Asing Net Buy Rp220 Miliar di Sesi I, Incar Deretan Saham Ini

Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 21/07/2026 14:10 WIB
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor asing membukukan aksi beli bersih (net foreign buy) pada perdagangan sesi I Selasa (21/7/2026), sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melanjutkan reli dan melesat menembus level 6.319.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada sesi pertama hari ini IHSG melesat 1,41% ke level 6.319,85. Sebanyak 387 saham menguat, 181 melemah, dan 224 lainnya stagnan. Nilai transaksi siang ini mencapai Rp11,07 triliun yang melibatkan 30,96 miliar saham dalam 1,76 juta kali transaksi.


Kenaikan IHSG siang ini berbarengan dengan pengesahan Rancangan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (RUU PFII) yang baru saja diketok Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Penguatan ini sekaligus memperpanjang tren reli indeks yang telah berlangsung sembilan hari bursa berturut-turut.

Mengutip Refinitiv, sektor properti memimpin penguatan dengan terbang 5,17%, disusul barang baku 3,21%, serta utilitas dan energi yang masing-masing menguat lebih dari 2,5%. Hanya sektor kesehatan yang terkoreksi. Penggerak utama indeks datang dari PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) dengan sumbangan 11 poin, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) 7,31 poin dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) 6,01 poin.

Dari sisi sentimen, pelaku pasar tengah mencermati dimulainya Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan menentukan arah suku bunga acuan, serta pernyataan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebut kondisi perbankan nasional masih solid dengan pertumbuhan kredit 11,5% secara tahunan. Dari eksternal, investor masih dibayangi memanasnya konflik di Timur Tengah setelah kelompok Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi, yang kembali memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp220,14 miliar di seluruh pasar (all market).

Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I tercatat mencapai Rp5,74 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp2,98 triliun dan foreign sell Rp2,76 triliun.

Aksi beli asing terbesar terjadi pada saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dengan nilai mencapai Rp169,72 miliar - jauh melampaui saham lainnya. Di posisi berikutnya terdapat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang dikoleksi asing senilai Rp92,81 miliar dan PT Petrosea Tbk. (PTRO) Rp41,48 miliar.

Selain itu, investor asing juga tercatat memburu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar Rp27,98 miliar, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) Rp23,64 miliar, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Rp22,23 miliar, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) Rp21,69 miliar, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) Rp19,17 miliar.

Minat beli asing juga terlihat pada PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) sebesar Rp17,91 miliar, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) Rp16,28 miliar, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) Rp14,12 miliar.

Di tengah derasnya aliran dana asing yang masuk, sejumlah saham justru menjadi sasaran aksi jual. PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp56,80 miliar.

Selanjutnya, asing juga melepas PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) senilai Rp45,62 miliar dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) Rp41,92 miliar. Tekanan jual turut menghampiri PT Astra International Tbk. (ASII) Rp26,80 miliar, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) Rp15,12 miliar, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) Rp13,87 miliar, serta PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) Rp12,34 miliar.

Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Selasa (21/7/2026).

Net Foreign Buy

  1. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) - Rp169,72 miliar
  2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp92,81 miliar
  3. PT Petrosea Tbk. (PTRO) - Rp41,48 miliar
  4. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp27,98 miliar
  5. PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) - Rp23,64 miliar
  6. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp22,23 miliar
  7. PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) - Rp21,69 miliar
  8. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) - Rp19,17 miliar
  9. PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) - Rp17,91 miliar
  10. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) - Rp16,28 miliar

Net Foreign Sell

  1. PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) - Rp56,80 miliar
  2. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp45,62 miliar
  3. PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp41,92 miliar
  4. PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp26,80 miliar
  5. PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) - Rp15,12 miliar
  6. PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) - Rp13,87 miliar
  7. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) - Rp12,34 miliar
  8. PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) - Rp12,16 miliar
  9. PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS) - Rp10,75 miliar
  10. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) - Rp10,63 miliar

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Mengekor Rupiah Yang Menguat, IHSG Melesat Dekati Level 6.000