Asing Net Sell Rp302 Miliar di Sesi I, Tapi Terciduk Borong BBRI

Redaksi, CNBC Indonesia
Senin, 20/07/2026 13:46 WIB
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor asing membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) pada perdagangan sesi I Senin (20/7/2026), kendati Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu melesat ke level 6.228 ditopang saham perbankan dan telekomunikasi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IDX Mobile, pada akhir sesi pertama hari ini IHSG berada di level 6.228,92, melonjak 53,38 poin atau 0,86% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Sebanyak 398 saham menguat, 188 melemah, dan 205 lainnya stagnan. Nilai transaksi siang ini mencapai Rp8,27 triliun yang melibatkan 20,1 miliar saham dalam 1,4 juta kali transaksi.


Mengutip Refinitiv, mayoritas sektor menguat, dengan hanya sektor kesehatan dan utilitas yang terkoreksi. Sektor konsumer primer memimpin penguatan sebesar 1,47%, disusul barang baku, energi, dan properti. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi penggerak utama indeks dengan sumbangan 11,68 poin, diikuti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar 7,38 poin dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) 4,41 poin.

Pergerakan IHSG terjadi di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang sejumlah agenda penting bank sentral pekan ini. Dari dalam negeri, fokus utama tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan pada Rabu (22/7/2026), di mana konsensus pasar memperkirakan BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%. Dari eksternal, pasar juga menantikan keputusan Loan Prime Rate (LPR) China, suku bunga European Central Bank (ECB), serta rilis data perdagangan dan inflasi Jepang.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp302,86 miliar di seluruh pasar (all market). Di tengah aksi jual tersebut, asing tercatat malah mengakumulasi saham BBRI senilai RP 116 miliar.

Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I tercatat mencapai Rp5,65 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp2,67 triliun dan foreign sell Rp2,98 triliun.

Aksi jual asing terbesar terjadi pada saham perbankan pelat merah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp229,11 miliar. Di posisi berikutnya terdapat PT Astra International Tbk. (ASII) yang dilepas asing senilai Rp69,86 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Rp53,43 miliar.

Selain itu, investor asing juga tercatat melepas saham komoditas logam PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) sebesar Rp46,87 miliar, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) Rp35,22 miliar, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) Rp31,01 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) Rp28,18 miliar, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Rp21,88 miliar.

Tekanan jual asing juga menghampiri PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) sebesar Rp15,58 miliar, PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) Rp13,79 miliar, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) Rp13,69 miliar.

Di tengah derasnya arus keluar dana asing, sejumlah saham justru menjadi incaran aksi beli. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi saham yang paling banyak diborong asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp116,70 miliar.

Selanjutnya, asing juga mengoleksi PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) senilai Rp43,13 miliar dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) milik Prajogo Pangestu senilai Rp30,74 miliar. Minat beli turut menghampiri PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) Rp29,44 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) Rp18,32 miliar, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) Rp17,93 miliar.

Berikut daftar net foreign sell dan net foreign buy investor asing pada perdagangan sesi I Senin (20/7/2026).

Net Foreign Sell

  1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp229,11 miliar
  2. PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp69,86 miliar
  3. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp53,43 miliar
  4. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp46,87 miliar
  5. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) - Rp35,22 miliar
  6. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp31,01 miliar
  7. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) - Rp28,18 miliar
  8. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp21,88 miliar
  9. PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) - Rp15,58 miliar
  10. PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) - Rp13,79 miliar

Net Foreign Buy

  1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp116,70 miliar
  2. PT Bakrie & Brothers (BNBR) - Rp43,13 miliar
  3. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) - Rp30,74 miliar
  4. PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) - Rp29,44 miliar
  5. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) - Rp18,32 miliar
  6. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp17,93 miliar
  7. PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) - Rp14,61 miliar
  8. PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) - Rp10,52 miliar
  9. PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) - Rp10,19 miliar
  10. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) - Rp9,86 miliar

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Selat Hormuz Memanas, Seberapa Kuat IHSG Bisa Terus Menghijau?