Asing Net Buy Rp1,01 Triliun di Sesi I, Ini 10 Saham Incaran
Jakarta, CNBC Indonesia - Investor asing membukukan aksi beli bersih (net foreign buy) jumbo pada perdagangan sesi I Kamis (16/7/2026), sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melanjutkan penguatan dan kian mendekati level 6.100.
Pada akhir sesi pertama hari ini, IHSG bertengger di level 6.064,46, naik 22,49 poin atau 0,37% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Sebanyak 339 saham menguat, 267 melemah, dan 359 lainnya stagnan. Nilai transaksi siang ini mencapai Rp7,51 triliun yang melibatkan 15,55 miliar saham dalam 1,42 juta kali transaksi.
Mengutip Refinitiv, mayoritas sektor berada di zona hijau. Hanya sektor utilitas dan teknologi yang terkoreksi, masing-masing sebesar 0,42% dan 1,61%. Penopang utama indeks datang dari PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) dengan sumbangan 8,01 poin, disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar 5,72 poin. Di sisi lain, PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) menjadi pemberat terbesar dengan koreksi 7,44% ke level Rp183.900 dan membebani IHSG hingga 15,03 poin.
Pelaku pasar sendiri masih mencerna rilis sejumlah indikator makroekonomi penting, mulai dari perlambatan pertumbuhan ekonomi China yang di luar perkiraan, mendinginnya inflasi produsen Amerika Serikat (AS), hingga data utang luar negeri Bank Indonesia. Sentimen geopolitik dari eskalasi konflik AS-Iran di sekitar Selat Hormuz juga masih membayangi pasar.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp1,01 triliun di seluruh pasar (all market). Diketahui ada transaksi jumbo di pasar negosiasi yakni mencapai RP 1,44 triliun di saham emiten energi PT. Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK).
Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I tercatat mencapai Rp4,19 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp2,60 triliun dan foreign sell Rp1,59 triliun.
Aksi beli asing terbesar terjadi pada saham perbankan pelat merah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dengan nilai mencapai Rp90,20 miliar. Di posisi berikutnya terdapat PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang dikoleksi asing senilai Rp40,97 miliar.
Selain itu, investor asing juga tercatat memburu saham-saham komoditas logam, seperti PT Timah Tbk. (TINS) sebesar Rp33,20 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) Rp25,99 miliar. Menyusul kemudian PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) Rp25,40 miliar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) Rp20,03 miliar, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Rp14,47 miliar.
Minat beli asing juga terlihat pada PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) sebesar Rp12,11 miliar, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) Rp9,10 miliar, dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) Rp8,65 miliar.
Di tengah derasnya aliran dana asing yang masuk, sejumlah saham justru menjadi sasaran aksi jual. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp60,83 miliar.
Selanjutnya, asing juga melepas emiten pendatang baru milik Raffi Ahmad, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. (RANS), senilai Rp43,36 miliar. Tekanan jual turut menghampiri PT Astra International Tbk. (ASII) Rp30,21 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Rp24,63 miliar, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) Rp17,25 miliar, serta PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) Rp13,79 miliar.
Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Kamis (16/7/2026).
Net Foreign Buy
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp90,20 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp40,97 miliar
- PT Timah Tbk. (TINS) - Rp33,20 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp25,99 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) - Rp25,40 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp20,03 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp14,47 miliar
- PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) - Rp12,11 miliar
- PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) - Rp9,10 miliar
- PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) - Rp8,65 miliar
Net Foreign Sell
- PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) - Rp60,83 miliar
- PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. (RANS) - Rp43,36 miliar
- PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp30,21 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp24,63 miliar
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) - Rp17,25 miliar
- PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp13,79 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp11,99 miliar
- PT United Tractors Tbk. (UNTR) - Rp11,44 miliar
- PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) - Rp8,58 miliar
- PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) - Rp8,07 miliar
(fsd/fsd) Add
source on Google