IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,24% ke Level 6.056

Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 16/07/2026 09:09 WIB
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/7/2026), di tengah dominasi sentimen global yang masih dibayangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Merujuk data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG naik 28,51 poin atau 0,24% ke level 6,056,75. Sebanyak 202 saham menguat, 62 saham melemah, dan 355 saham bergerak stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 96,87 miliar yang melibatkan 183,12 juta saham dalam 38.208 kali transaksi.

Adapun emiten yang paling ramai ditransaksikan hari ini adalah RANS, PRDL, RAJA, BBRI dan TPIA.


Pada perdagangan hari ini, pelaku pasar global dan domestik tengah mencerna rilis serangkaian indikator makroekonomi esensial yang dipublikasikan pada hari Rabu kemarin.

Terdapat pergeseran sentimen yang signifikan setelah data menunjukkan perlambatan tak terduga pada laju pertumbuhan ekonomi China, yang berpadu dengan mendinginnya inflasi di tingkat produsen Amerika Serikat.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia juga merilis data utang luar negeri yang memberikan kepastian terkait stabilitas makroekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.

Memasuki perdagangan hari ini, fokus para investor akan langsung tertuju pada rilis data konsumsi dan pasar tenaga kerja Amerika Serikat, serta menanti data inflasi dari kawasan Eropa pada penutupan pekan besok.

Sementara itu, ndeks acuan utama bursa saham di kawasan Asia Pasifik ramai-ramai dibuka anjlok seiring dengan saham yang dialami perusahaan teknologi raksasa.

Indeks KOSPI Korea Selatan tercatat ambruk paling dalam atau lebih dari 7%, sementara Nikkei 225 Jepang terkoreksi lebih dari 3%. Indeks saham utama lainnya termasuk Shanghai, Singapura dan Australia juga kompak bergerak di zona merah.

Saham-saham semikonduktor Asia tercatat anjlok pada hari Kamis, karena aksi jual di perusahaan pembuat chip AS meluas ke wilayah Asia, dengan SK Hynix terus mengalami volatilitas besar sejak pencatatan sahamnya di AS pekan lalu.

Saham SK Hynix anjlok lebih dari 9% di Seoul, membalikkan kenaikan 8% pada sesi sebelumnya. Saham tersebut mencatat penurunan satu hari tercuramnya pada hari Senin, karena investor mengunci keuntungan di tengah kekhawatiran yang meningkat atas pengeluaran AI.

Sementara saingan utamanya di Korsel, Samsung Electronics turun lebih dari 7%. Seoul Semiconductor turun lebih dari 5%, LG Innotek kehilangan sekitar 1%, dan Samsung SDI turun lebih dari 2%.

Pelemahan ikut menyebar ke seluruh wilayah. Di Jepang, produsen peralatan terkait AI Advantest turun lebih dari 6%, SoftBank Group turun hampir 7%, Tokyo Electron kehilangan lebih dari 5%, sementara Renesas Electronics turun 4%.

Kerugian tersebut mengikuti aksi jual saham semikonduktor AS semalam. Micron Technology merosot 8%, Intel kehilangan lebih dari 4%, sementara Lam Research
dan Advanced Micro Devices masing-masing turun sekitar 3%.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Mengekor Rupiah Yang Menguat, IHSG Melesat Dekati Level 6.000