Bukti Independensi BI Diakui Dunia Terlihat dari Rating S&P

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Rabu, 15/07/2026 15:24 WIB
Foto: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti dalam Economic Update, Selasa, (23/06/2026). (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan, penilaian lembaga pemeringkat dunia, yakni S&P Global Ratings terbaru mengungkapkan sisi positif yang menunjukkan keyakinan investor global terhadap indenpendensi BI.

Destry mengatakan, keputusan S&P untuk mempertahankan peringkat kredit atau utang RI serta outlooknya menjadi bukti bahwa ketentuan dalam Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) terbaru tidak dilihat investor dunia sebagai ancaman terhadap independensi BI.

"Selama ini selalu dikaitkan independensi BI. Tapi S&P melihat independensi BI tidak ada masalah di sini," tegas Destry dalam acara Investment Forum 2026 CNBC Indonesia di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (15/7/2026).


Menurut Destry, bukti independensi ini terlihat jelas dari kemampuan BI dengan secara terukur menetapkan kebijakan moneter sesuai kondisi ekonomi Indonesia. Misalnya, menaikkan suku bunga acuan BI Rate untuk merespons tekanan kurs beberapa bulan terakhir.

"Sejauh ini mereka lihat BI bisa menaikkan suku bunga, kalau tidak independen kita tidak bisa lakukan itu. Di sini pemerintah mendukung kebijakan prudent," paparnya.

Sebagaimana diketahui, Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings memutuskan mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Sementara itu, prospek (outlook) Indonesia tetap berada pada level stabil.

"Kami menegaskan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Outlook peringkat jangka panjang tetap stabil," tulis S&P dalam laporannya, Senin (13/7/2026).


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bank Sentral Jepang Kerek Suku Bunga Tertinggi Dalam 31 Tahun