Video: Inflasi AS Melandai, Rupiah - IHSG Bisa Melanjutkan Penguatan?
Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS, The Fed muncul kabar positif dari data inflasi konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS pada Juni 2026 turun ke 3,5% (yoy) dari sebelumnya sebesar 4,2%.
FX Analyst CNBC Indonesia, Elvan Chandra Widyatama memandang perkembangan data inflasi AS yang turun seiring dengan terkoreksinya Harga minyak global menjadi sentimen yang diharapkan dapat meredam pengetatan kebijakan moneter The Fed. Meski demikian, potensi kenaikan Harga minyak seiring dengan Kembali panasnya Timur Tengah masih terus diwaspadai karena bisa berefek ke suku bunga AS yang belum mencapai target 2%.
Dari sisi nilai tukar, Rupiah bergerak cukup positif pada perdagangan Rabu (15/07/2026) di level Rp 18.000 per Dolar AS, namun sejumlah sentimen masih harus diwaspadai karena dapat menekan posisi mata uang Garuda.
Sentimen apa saja yang menjadi perhatian pasar keuangan? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan FX Analyst CNBC Indonesia, Elvan Chandra Widyatama dalam Power Lunch, CNBC (Kamis, 15/07/2026)
CNBC Indonesia menghadirkan CNBC Investment Forum 2026 untuk membahas peluang dan tantangan implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) dalam memperkuat sektor keuangan sebagai motor penggerak ekonomi Indonesia.
Add
source on Google