Jumlah Rekening Dolar Naik 58%, Perbanas Ungkap Penyebabnya

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Selasa, 14/07/2026 17:45 WIB
Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah di Dolar Asia Money Changer, Jakarta, Rabu (8/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia — Jumlah rekening simpanan dolar Amerika Serikat (USD) meningkat pesat pada bulan Mei 2026.

Data distribusi rekening simpanan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatatkan jumlah rekening USD mencapai 8.918.054, naik 58,2% secara tahunan atau year on year (yoy) per Mei 2026. Angka itu menyumbang 1,3% dari keseluruhan jumlah rekening simpanan masyarakat RI.

Pertumbuhan itu jauh melampaui jumlah rekening simpanan rupiah yang hanya naik 8,4% pada periode yang sama. Jumlahnya adalah 673.138.861 rekening atau 98,7% dari keseluruhan.


Secara umum, jumlah nominal simpanan valuta asing (valas) juga meningkat 18,7% yoy per Mei 2026. Nominalnya setara dengan Rp1.714,76 triliun, memegang porsi 16,6% dari nominal seluruh rekening masyarakat RI.

Sementara itu, jumlah nominal rekening rupiah mencapai Rp8.615,16 triliun, naik double digit 12,4%, namun di bawah pertumbuhan nominal rekening valas. Porsinya menjadi mayoritas dari seluruh nominal simpanan, atau setara 83,4%.

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi pertumbuhan pesat ini terjadi seiring dengan penerapan Dana Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) baru yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026. Aturan baru itu mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2026, dan mewajibkan penempatan DHE SDA 100% di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

"Ya memang ada [peningkatan] kan. Karena ada DHE, DHE yang masuk di Bank Himbara cukup tinggi," ujar Hery saat ditemui di Gedung Menara Radius Prawiro, Selasa (14/7/2026).

Maka demikian, peningkatan rekening dolar menjadi lumrah, seiring dengan kenaikan penempatan dolar eksportir di rekening bank BUMN.

"Jadi pasti meningkat kalau DHE hasil ekspornya balik lagi, dan hasil ekspor masuk pasti meningkat," ucap Hery yang juga merupakan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) itu.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap USD saat ini melemah sekitar 7,5% hingga 8,0% secara year-to-date (YTD). Pada perdagangan hari ini, dolar parkir di Rp 18.080.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bunga Tinggi, Bos Otomotif Ungkap Efeknya ke Penjualan Mobil