Rupiah Dibuka Stagnan, Dolar AS Bertahan di Level Rp18.100

Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
Selasa, 14/07/2026 09:07 WIB
Foto: Petugas menjunjukkan mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) dan Rupiah di VIP Money Changer, Jakarta, Kamis (25/9/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan pagi ini dengan stagnan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah bergerak di tengah sentimen positif dari lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia serta outlook-nya.

Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Selasa (14/7/2026), rupiah berada di level Rp18.100/US$, atau relatif tidak berubah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.


Pada perdagangan Senin (13/7/2026), rupiah bergerak loyo dan ditutup melemah 0,30% ke level Rp18.100/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 09.00 WIB terpantau bergerak stabil di level 101,241.

Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini mendapat angin segar setelah lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings kembali mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil.

Keputusan tersebut menegaskan posisi Indonesia tetap berada dalam kategori layak investasi atau investment grade di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.

Dalam laporan yang dirilis pada 13 Juli 2026, S&P menilai pelemahan sejumlah indikator fiskal dan eksternal Indonesia saat ini bersifat sementara. Kondisi tersebut berpotensi membaik seiring stabilnya arah kebijakan pemerintah serta implementasi kebijakan yang lebih efektif.

Dalam laporannya, S&P juga memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp17.700/US$ pada 2026.

Menanggapi keputusan tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan afirmasi rating dari S&P mencerminkan tetap kuatnya kepercayaan investor dan pemangku kepentingan internasional terhadap perekonomian Indonesia.

"Afirmasi S&P atas sovereign credit rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan pemangku kepentingan internasional terhadap stabilitas makroekonomi dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap solid," kata Perry dalam keterangan resmi, Selasa (14/7/2026).

Menurut Perry, penilaian positif tersebut tidak terlepas dari eratnya sinergi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan di tengah meningkatnya risiko global.

Dia menegaskan, Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.


(evw/evw) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: BI Rate Naik Lagi, Rupiah Melemah ke Rp 17.800 per Dolar AS