IHSG Sesi 1 Bertahan di Zona Hijau, Ditutup Naik 0,11%
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan bergerak dengan volatilitas tinggi sepanjang sesi 1 hari ini, Senin (13/7/2026).
Pada akhir sesi 1, IHSG ditutup naik 0,11% atau 6,48 poin ke level 5.930,84. Pada awal perdagangan, IHSG sempat merosot ke level 5.898 atau turun 0,44%.
Tercatat lebih banyak emiten yang berada di zona merah dibandingkan dengan zona hijau. Ada 274 emiten yang naik, 348 turun, dan 343 stagnan.
Nilai transaksi masih terbilang sepi, yakni Rp 6 triliun yang melibatkan 14,02 miliar saham dalam 1,78 juta kali transaksi.
Mengutip Refinitiv, teknologi menjadi sektor dengan penguatan tertinggi, yaitu 0,9% dan finansial tergerus paling dalam -0,67%.
Adapun saham yang menopang IHSG di zona hijau adalah emiten Bakrie VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) dengan bobot 7,69 poin. Kemudian diikuti oleh Mora Telematika (MORA) 4,6 poin, Barito Pacific (BRPT) 3,19 poin, dan Bumi Resources Minerals (BRMS) 2,23 poin.
Di posisi sebaliknya, Bank Central Asia (BBCA) yang koreksi 1,62% membebani IHSG sebesar -8,82 poin. Selain itu Capital Financial Indonesia (CASA) menyumbang -4,39 poin.
Memasuki pekan perdagangan minggu ini, pelaku pasar global dan domestik akan memfokuskan perhatian pada serangkaian rilis data makroekonomi esensial.
Data-data ini diproyeksikan akan memberikan indikasi lanjutan terkait arah kebijakan moneter dari bank sentral utama, efektivitas langkah pemulihan ekonomi, serta dampak dari eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah terhadap stabilitas harga komoditas global.
Indikator yang akan dirilis mencakup kinerja perdagangan, inflasi tingkat konsumen dan produsen, pertumbuhan ekonomi, hingga posisi utang luar negeri. Berikut adalah rincian jadwal rilis data ekonomi yang perlu dipantau oleh para pelaku pasar pada minggu ini.
Pasukan Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling melancarkan serangan rudal dan drone pada Minggu. Iran menyerang fasilitas militer AS di sejumlah negara Teluk sekaligus mengumumkan kembali penutupan Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dan LNG dunia sebelum perang.
Serangan Iran meluas hingga Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA), sementara AS membalas dengan serangan baru terhadap target-target militer Iran. Presiden AS Donald Trump mengatakan operasi militer tersebut berhasil. "Kami sedang menghajar mereka," ujarnya kepada Reuters.
Media Iran melaporkan ledakan di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm. Di sisi lain, CENTCOM menyatakan telah menyerang lebih dari 300 target militer Iran dalam tiga hari terakhir untuk melemahkan kemampuan Teheran menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Blokade Iran terhadap Selat Hormuz terus memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Ketegangan juga mengancam kesepakatan sementara AS-Iran yang ditandatangani bulan lalu untuk membuka kembali selat tersebut dan melanjutkan perundingan damai.
Qatar, Bahrain, Oman, Yordania, Kuwait, dan UEA melaporkan serangan atau ancaman rudal dan drone dari Iran. Sementara itu, Iran menegaskan tidak akan lagi menerima "kesepakatan sepihak" dan memperingatkan AS untuk menepati komitmennya atau menghadapi konsekuensi.
Seiring dengan perang yang kembali panas, Bursa saham Korea Selatan mengalami aksi jual besar-besaran pada perdagangan hari ini. Indeks acuan Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) anjlok lebih dari 8% pada perdagangan intraday hingga memicu penghentian sementara perdagangan (circuit breaker).
Operator bursa Korea Exchange (KRX) menghentikan perdagangan seluruh saham yang tercatat di KOSPI selama 20 menit sekitar pukul 13.28 waktu setempat setelah indeks jatuh lebih dari 8% dibanding penutupan sebelumnya.
(mkh/mkh) Add
source on Google