Gurita Bisnis Tan Kian, Raja Properti RI yang Jadi Saksi Kasus Febrie
Jakarta, CNBC Indonesia - Nama konglomerat properti Tan Kian terseret dalam pengusutan kasus korupsi batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel yang melibatkan Mantan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya Jumat (11/7/2026) malam, menyebut Tan Kian telah diperiksa dan statusnya masih sebagai saksi. Seluruhnya, ada 15 orang saksi yang sudah diperiksa.
Sementara itu, pada Jumat (11/7) saat jumpa pers di Kejagung, Febrie ikut angkat bicara mengenai sosok Tan Kian. Ia mempersilakan aparat untuk mencari tahu keterlibatan Tan Kian dalam kasus skandal dugaan korupsi di PT Asabri yang sudah berjalan.
Ini bukan kali pertama Tan Kian menjadi sorotan. Sebelumnya, pemilik Century Properties Group Indonesia itu pernah diperiksa sebagai saksi terkait penyelidikan sejumlah dugaan korupsi besar, termasuk mega skandal Asabri.
Bisnis properti yang dimiliki Tan Kian meliputi Mal Pacific Place di kawasan elit Sudirman Central Business District (SCBD). Mal itu dibangun dengan dana US$ 250 juta.
Selain Pacific Place, Ia juga pemilik dari hotel mewah JW Marriott dan Ritz Carlton yang berdiri tegak di kawasan Mega Kuningan. Hotel JW Marriott didirikan oleh John Willard Marriott pada 1984 lewat Marriott Corporation. Sedangkan, Ritz Carlton adalah jaringan hotel yang dibangun oleh William B. Johnson pada 1983. Keduanya bermula dari Amerika Serikat.
Meski di luar negeri dua hotel bintang lima itu beda pemilik sehingga harus bersaing, tetapi di Indonesia tidak demikian. Faktanya, JW Marriott dan Ritz Carlton di Jakarta dimiliki oleh orang yang sama.
Tan Kian mendirikan dan mengelola dua hotel itu di bawah bendera perusahaan keluarga, yakni Dua Mutiara Group. Sebagai generasi kedua pemilik perusahaan, tulis majalah Globe Asia (2008), Tan Kian masuk ke dunia bisnis properti sejak tahun 1990-an.
JW Marriott Jakarta sendiri selesai dibangun Tan dan dibuka untuk umum pada tahun 2001. Total, hotel itu menjadi salah satu hotel tertinggi di Jakarta karena memiliki 33 lantai. Sedangkan, Ritz Carlton baru diresmikan empat tahun setelahnya, tepat pada 1 Januari 2005. Konon, kedua hotel ini saling terhubung karena memiliki terowongan bawah tanah.
Selain pusat perbelanjaan dan hotel mewah, Tan juga pemilik dari gedung perkantoran Centennial Towers, Botanica Apartments dan Sahid Sudirman.
Berkat besarnya kepemilikan properti, Tan Kian sempat dinobatkan Forbes sebagai 40 orang terkaya di Indonesia pada 2008. Saat itu dia berada di peringkat 30 dengan harta mencapai US$ 175 juta atau Rp 1-2 triliun.
Selain aktif berbisnis, Tan Kian juga berkiprah di lembaga organisasi non-profit bernama Jakarta Property Institute yang ingin menjadikan Jakarta sebagai tempat yang lebih layak huni dan menyokong pertumbuhan industri properti.
Kini, perusahaan milik Tan Kian yang sebelumnya bernama Dua Mutiara Group juga berganti nama menjadi Century Properties Group pada awal 2017. Dilansir Kompas, Perubahan nama ini dibarengi pula oleh pergantian tongkat estafet ke generasi ketiga, yakni Nicholas Tan.
(ayh/ayh) Add
source on Google