Breaking News! Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS
Jakarta, CNBC Indonesia - Tekanan terhadap rupiah semakin dalam pada perdagangan awal pekan ini, Senin (13/7/2026). Dolar Amerika Serikat (AS) kini menembus level psikologis berikutnya di Rp18.100/US$.
Merujuk data Refinitiv, pada pukul 09.06 WIB, rupiah melemah 0,38% ke level Rp18.110/US$. Level tersebut ditembus hanya sekitar enam menit setelah pembukaan perdagangan. Pada pukul 09.00 WIB, rupiah sudah dibuka melemah 0,17% ke posisi Rp18.075/US$.
Tekanan terhadap mata uang Garuda pagi ini sekaligus membalikkan penguatan rupiah pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (10/7/2026), rupiah ditutup menguat di level Rp18.045/US$.
Pelemahan rupiah pagi ini terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS (DXY). DXY, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 09.00 WIB terpantau menguat 0,22% ke level 101,178.
Penguatan dolar AS terjadi seiring kembali meningkatnya konflik di Timur Tengah. Ketegangan tersebut memicu kekhawatiran inflasi dan membuat prospek kenaikan suku bunga bank sentral global kembali menjadi perhatian pasar.
Pada akhir pekan, pasukan Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling melancarkan serangan rudal dan drone. Iran menargetkan fasilitas AS di sejumlah negara Teluk pada Minggu, sekaligus menyatakan kembali menutup Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan energi dunia.
Perkembangan ini ikut mengerek harga minyak. Harga minyak Brent tercatat naik 3,3% ke level US$78,49 per barel pada awal perdagangan Asia.
Kenaikan harga minyak menjadi perhatian karena dapat menambah tekanan inflasi global. Inflasi yang kembali meningkat bisa memperbesar peluang kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).
(evw/evw) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]