Breaking News! Dolar AS Dibuka Tembus Rp18.050/US$
Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang Garuda kembali dibuka di zona merah dalam melawan dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini.
Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Kamis (9/7/2026), rupiah mengawali perdagangan dengan terdepresiasi 0,33% atau melemah ke level Rp18.050/US$. Dengan pembukaan tersebut, rupiah kembali menembus level psikologis Rp18.000/US$.
Posisi ini terjadi setelah pada penutupan perdagangan terakhir, rupiah melemah 0,11% ke level Rp17.990/US$.
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau mengalami penguatan tipis 0,02% ke posisi 101,010.
Pergerakan rupiah hari ini masih akan dipengaruhi dinamika eksternal, khususnya arah dolar AS di pasar global.
Penguatan greenback terjadi seiring kembali meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, yang mendorong permintaan terhadap aset aman atau safe haven.
Meski pergerakannya tidak terlalu tajam, posisi tersebut menunjukkan dolar AS masih cukup kuat karena pasar kembali mencermati risiko geopolitik dan dampaknya terhadap harga energi.
Harga energi yang lebih tinggi berpotensi kembali menekan inflasi global dan memengaruhi ekspektasi terhadap arah suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).
Pasar menilai lonjakan harga minyak dapat mempercepat waktu kenaikan suku bunga The Fed. Kondisi ini ikut menopang dolar AS karena pasar kembali memperhitungkan risiko suku bunga AS yang lebih tinggi.
Ketegangan meningkat setelah militer AS meluncurkan serangan baru ke Iran, beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang telah berakhi pada Rabu sore kemarin. Perkembangan ini membuat harga minyak bergerak tajam ke atas.
Selain itu, risalah rapat The Fed periode Juni juga menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang cenderung hawkish di internal The Fed. Kekhawatiran terhadap inflasi yang masih tinggi membuat pasar meningkatkan perkiraan peluang kenaikan suku bunga tahun ini.
(evw/evw) Add
source on Google