MARKET DATA

IHSG Mulai Rebound, Cek 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

CNBC Indonesia
08 July 2026 08:55
Mega Capital Sekuritas
Mega Capital Sekuritas
PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
IHSG Mulai Rebound, Cek 5 Rekomendasi Saham Hari Ini
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (7/7) menguat 1,19% ke level 5.986,50. Penguatan indeks terutama ditopang oleh kenaikan saham BBCA, BBRI, dan BBNI, sedangkan BRMS, INDF, dan ICBP menjadi saham dengan tekanan terbesar. 

Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp205,38 miliar di pasar reguler dan Rp176,83 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, 10 dari 11 sektor ditutup di zona hijau, dipimpin sektor properti yang naik 3,23%, sementara sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang melemah dengan penurunan 0,54%.

Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat berakhir di zona merah. Indeks Dow Jones turun 0,25%, S&P 500 melemah 0,45%, dan Nasdaq terkoreksi 1,16%. Sentimen eksternal turut dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Iran kembali menyerang kapal komersial di Selat Hormuz, yang berpotensi mengganggu jalur distribusi sekitar 20% pasokan minyak dunia. 

Meski demikian, sentimen terhadap pasar domestik masih mendapat dukungan dari berlanjutnya evaluasi MSCI atas reformasi pasar modal Indonesia, tercermin dari penguatan ETF EIDO sebesar 1,08% dan indeks MSCI Indonesia sebesar 2,07%.

MSCI memutuskan tetap mempertahankan kebijakan index freeze untuk saham Indonesia pada pelaksanaan Index Review Agustus 2026. Dengan keputusan tersebut, tidak ada penambahan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), tidak terdapat perubahan Foreign Inclusion Factor (FIF) maupun Number of Shares (NOS), serta belum ada perpindahan saham dari indeks Small Cap ke Standard Index.

MSCI menyatakan evaluasi terhadap reformasi pasar modal Indonesia masih berlanjut, terutama terkait transparansi struktur kepemilikan saham, metode penentuan free float, dan aksesibilitas pasar bagi investor global.

Sementara itu, PT Indosat Tbk. (ISAT) bersama anak usahanya, Aplikanusa Lintasarta, telah menyelesaikan divestasi 84,90% saham PT Infra Fiber Teknologi (IFT) kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT), entitas yang dimiliki PT Ainfrastruktur Indonesia Raya (AIR), dengan nilai transaksi Rp11,71 triliun. Transaksi tersebut efektif berlaku sejak 30 Juni 2026.

Dalam skema yang sama, ISAT dan Lintasarta juga mengalihkan sisa 15,10% saham IFT melalui mekanisme inbreng dan memperoleh kepemilikan 49,90% di NFT, sehingga secara tidak langsung masih memiliki kepemilikan efektif 49,68% di IFT melalui struktur baru. 

Setelah transaksi rampung, ISAT tidak lagi mengonsolidasikan IFT dalam laporan keuangan, namun tetap memiliki akses untuk menggunakan kembali jaringan serat optik melalui skema lease back guna mendukung operasional.

Dari transaksi tersebut, ISAT menerima dana tunai sebesar Rp11,71 triliun serta membukukan keuntungan bersih dari dekonsolidasi IFT sebesar Rp1,65 triliun. Nilai transaksi yang setara dengan 33,46% ekuitas perseroan tersebut turut memperkuat posisi kas perusahaan yang diperkirakan meningkat dari Rp5,56 triliun pada kuartal I-2026 menjadi sekitar Rp17,47 triliun.

Lalu pada hari pertama pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia, PT Niramas Utama Tbk. (JELI) mencatat kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 41,90 kali, sedangkan PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) mencatat oversubscription sebesar 5,61 kali dari jumlah saham yang ditawarkan.

Secara keseluruhan, jumlah kelebihan pemesanan kedua emiten mencapai sekitar 13,13 miliar lembar saham. Dengan demikian, terdapat potensi pengembalian dana sekitar Rp12,60 triliun kepada investor setelah proses penjatahan selesai, yang berpotensi kembali beredar di pasar dan mendukung peningkatan aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 

(ayh/ayh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
Next Article IHSG Masih Merah, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

Most Popular
Features