Penyebab IHSG Ditutup Naik 1,19% Hari Ini
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 70,43 poin atau 1,19% ke level 5.986,5 pada perdagangan hari ini, Selasa (7/7/2026).
Pergerakan IHSGÂ hari ini didukung oleh mayoritas saham. Sebanyak 450 emiten di zona hijau dan hanya 222 yang berakhir di zona merah, sedangkan 289 sisanya stagnan.Â
Kendati demikian volume dan transaksi masih terbilang sepi. Nilai transaksi hanya mencapai Rp 10,37 triliun, melibatkan 21,28 miliar saham dalam 1,66 juta kali transaksi.Â
Sementara itu, kapitalisasi pasar mulai menjauhi Rp 10.000 triliun atau tepatnya Rp 10,466 triliun.Â
Mengutip Refinitiv, penguatan IHSG dipimpin oleh nyaris seluruh sektor. Properti melonjak 2,49%, diikuti finansial 1,84%, bahan baku 1,1%, konsumer nonprimer 1,07%, dan konsumer primer 1,06%. Tercatat hanya utilitas yang mengalami tekanan, dengan koreksi 0,2%.
Adapun tiga bank jumbo memimpin penguatan IHSG hari ini. BBCA, BBRI, dan BBNI masing-masing berkontribusi 15,48 poin, 10,24 poin, dan 6,28 poin. Selain itu, ASII, AMMN, BRPT, hingga CPIN juga masuk dalam daftar top movers.Â
Di sisi lain, pemberat IHSGÂ hari ini relatif terbatas, yakni datang dari BRMSÂ (-2,24 poin), INDFÂ (-2,19 poin), ICBPÂ (-1,05 poin), hingga DEWA (-0,37 poin).Â
Adapun IHSG mulai rebound dari area bawah, tetapi belum cukup kuat untuk disebut sudah benar-benar bangkit. Kenaikan dari low Juni memang menunjukkan tekanan jual mulai mereda, namun pasar belum mendapat konfirmasi besar dari faktor yang lebih penting: foreign flow, rupiah, BI Rate, neraca dagang, dan momentum teknikal.
Secara teknikal, level penting IHSG berada di sekitar 6.450. Selama IHSG belum mampu mencetak weekly close di atas 6.450 dengan candle yang kuat, peluang kenaikan lanjutan belum terkonfirmasi. Area ini menjadi pembeda antara rebound biasa dan perubahan tren yang lebih serius.
Selama belum tembus, skenario paling masuk akal adalah IHSG bergerak sideways dalam beberapa waktu ke depan. Support penting ada di area 5.650, lalu 5.300-5.400. Jika support ini bertahan, IHSG bisa membangun base. Namun jika ditembus, risiko retest low masih terbuka.
(mkh/mkh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]