IHSG Anjlok 34,74%, Investor Pasar Modal Malah Tembus 28,96 Juta

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Selasa, 07/07/2026 15:25 WIB
Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan, Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi saat Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Maret 2026. (YouTube/Otoritas Jasa Keuangan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia terus bertambah meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mengalami tekanan sepanjang tahun ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan hingga akhir Juni 2026 jumlah investor pasar modal mencapai 28,96 juta single investor identification (SID), meningkat dari 27,75 juta SID pada Mei 2026.

"Jumlah investor pasar modal melanjutkan tren peningkatan. Pada Juni 2026 bertambah sekitar 1,21 juta investor sehingga totalnya mencapai 28,96 juta investor," ujar Hasan dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Selasa (7/7/2026).


Di sisi lain, kinerja pasar saham domestik masih berada dalam fase konsolidasi di tengah tingginya ketidakpastian global, perubahan persepsi investor, serta penyesuaian portofolio oleh pelaku pasar.

Per akhir Juni 2026, IHSG ditutup di level 5.643,19, turun 7,90% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm) dan terkoreksi 34,74% secara year-to-date (YTD).

Meski demikian, Hasan menilai tekanan di pasar saham mulai mereda memasuki awal Juli dan OJK akan terus mencermati perkembangan kondisi pasar ke depan.

Di tengah dinamika tersebut, likuiditas pasar saham domestik dinilai tetap terjaga. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pasar saham tercatat sebesar Rp24,19 triliun pada Juni 2026, sedikit turun dibandingkan Rp24,62 triliun pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) di pasar saham senilai Rp19,63 triliun sepanjang Juni 2026. Namun di pasar surat berharga negara (SBN), investor asing justru mencatatkan net buy sebesar Rp22,43 triliun, mencerminkan adanya rotasi investasi ke instrumen pendapatan tetap.

Hasan menambahkan, meski pasar saham masih tertekan, pasar modal tetap menjalankan fungsi intermediasi sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi korporasi. Hingga akhir Juni 2026, penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp112,67 triliun, dengan masih terdapat 11 penawaran umum dalam pipeline yang diperkirakan akan menghimpun dana sekitar Rp15,84 triliun.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Mengekor Rupiah Yang Menguat, IHSG Melesat Dekati Level 6.000