Pemerintah Pastikan PFII & KEK Tak Akan Bersaing
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memastikan kehadiran Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) atau tidak akan menjadi pesaing bagi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso.
Susiwijono menilai kehadiran PFII justru akan memperkuat keberadaan KEK. Integrasi keduanya akan memperkuat Indonesia dalam menarik investasi. Dia pun membenarkan bahwa hasil pembahasan awal pemerintah mengarah pada penempatan kawasan PFII di dalam KEK.
Langkah tersebut dinilai akan mempercepat implementasi berbagai kebijakan karena KEK telah memiliki perangkat regulasi dan insentif yang siap digunakan.
"Ini agak beda, kalau ini IFC kan secara khusus, ini kan kawasan ini, jadi bersinergi. Bahkan hasil review awal kemarin, sebaiknya posisi IFC nanti di Bali juga ada di dalam kawasan ekonomi khusus, jadi saling melengkapi," kata Susiwijono di Kantor Kemenko Perekonomian, dikutip Selasa (6/7/2026).
Menurutnya, PFII dan KEK memiliki karakteristik yang berbeda. KEK dibangun berdasarkan kawasan dengan berbagai fasilitas investasi, sementara PFII hadir sebagai pusat aktivitas jasa keuangan internasional.
Adapun, Susiwijono mengakui pemerintah tengah mengkaji dua lokasi KEK sebagai lokasi PFII di Bali, yakni KEK Kesehatan Sanur dan KEK Kura-Kura. Namun, pemerintah belum menentukan lokasi final untuk PFII.
"Kami masih menunggu arahan pemerintah kalau memang lokasi di KEK di Bali yang ada di 2 KEK itu," tegas Susiwijono.
(haa/haa) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]