Resmi Melantai, Saham Minuman Inaco Jelly (JELI) ARA 25%
Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen makanan dan minuman berbasis kelapa dengan merek INACO, PT Niramas Utama Tbk. (JELI) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO), Perseroan menawarkan sebanyak 266.000.000 saham baru atau setara dengan 21,01% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Harga penawaran yang ditetapkan sebesar Rp900 per saham. Sehingga, JELI akan mendapatkan dana segar sebesar Rp239,4 miliar. Tingginya minat investor terhadap IPO Perseroan tercermin dari kelebihan permintaan yang mencapai 273,37 kali pada porsi pooling, dengan partisipasi sebanyak 630.491 pemesan.
Dalam debut perdananya, saham JELI langsung meroket 25% atau 225 poin ke level 1.125 per saham dari harga penawaran. Harga saham tersebut menyentuh level tertingginya atau ARA.
Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi S. Lukman, menyampaikan bahwa aksi korporasi ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan perusahaan sekaligus menjadi awal fase pertumbuhan sebagai perusahaan terbuka.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada para investor, regulator, mitra bisnis, dan seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan serta mendukung proses Penawaran Umum Perdana Saham ini," ujarnya di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Nantinya, dana hasil IPO ini akan digunakan untuk mendukung strategi pertumbuhan Perseroan dengan alokasi untuk empat tujuan utama.
Porsi terbesar sekitar 56,70% akan disertakan sebagai modal kepada PT NPS selaku perusahaan anak untuk belanja modal, guna meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly dalam mendukung permintaan domestik dan ekspor kategori yang menjadi katalis pertumbuhan baru bagi perseroan pasca-IPO.
Sekitar 10,04% akan digunakan untuk belanja modal, berupa pembelian mesin dan peralatan
produksi, mencakup peningkatan kapasitas gudang serta efisiensi logistik.
Sebesar 10,90% diarahkan untuk pembayaran sebagian utang jangka pendek. Sisanya sekitar 22,36% akan digunakan untuk modal kerja guna mendukung kelancaran operasional dan pertumbuhan usaha.
INACO telah memperluas jangkauan pasar ke berbagai negara, termasuk Australia, Kanada, Singapura, dan Amerika Serikat, sebagai bagian dari strategi ekspansi global.
Ke depan, Perseroan berkomitmen untuk memperkuat kapasitas produksi, meningkatkan
efisiensi rantai pasok, memperluas jaringan distribusi, serta mengembangkan inovasi produk guna menangkap peluang pertumbuhan industri FMCG di pasar domestik maupun global.
"Dengan dukungan dana hasil IPO, Perseroan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menjalankan rencana pengembangan usaha sesuai strategi yang telah ditetapkan. Kami akan terus berfokus pada peningkatan kapasitas, penguatan operasional, dan pengembangan pasar guna mendorong pertumbuhan kinerja Perseroan di masa mendatang," tutupnya.
(ayh/ayh) Add
source on Google