MARKET DATA

Harga Emas Bertengger di Atas US$4.000, Bagaimana Prospek Saham Antam?

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
03 July 2026 08:00
Suasana aktivitas jual beli emas dan perhiasan di Cikini Gold Center, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Suasana aktivitas jual beli emas dan perhiasan di Cikini Gold Center, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mulai mencatat tanda-tanda pembalikan arah, usai melemah hingga ke Rp2.590 pada 30 Juni 2026 lalu. Terakhir, saham ANTM berhasil ditutup menguat 5,75% ke Rp2.760 pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026. Penguatan ini sejalan dengan kondisi harga emas dunia yang berhasil bangkit setelah sempat merosot di bawah level US$4.000 per ons.

Lalu, bagaimanakah prospek saham ANTAM ke depan? Seperti diketahui, harga emas dunia sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$5.000. Dengan potensi penguatan harga emas dunia, saham ANTM diproyeksi juga ikut menguat. Terlebih kontribusi pendapatan ANTM saat ini masih ditopang eleh penjualan emas.

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Adrian Djie mengungkapkan saham ANTM sendiri memiliki prospek cerah. Hal ini didukung oleh target manajemen dalam mendorong penjualan emas untuk menyamai atau melampaui rekor tahun 2024.

"Segmen emas merupakan kontribusi pendapatan terbesar ANTM namun menurut kami, partisipasi retail tidak sepenuhnya akan meningkatkan kinerja ANTM secara signifikan meskipun tentunya akan memberikan dorongan," jelas Adrian kepada CNBC Indonesia, Rabu (1/7/2026).

Asal tahu saja, penjualan emas ANTAM tercatat mencapai Rp66,47 triliun sepanjang 2025 atau meningkat 15% dibandingkan Rp57,56 triliun pada 2024, ditopang oleh permintaan yang tetap kuat.

Peningkatan penjualan ini mendongkrak pendapatan perseroan yang naik 22% menjadi Rp84,64 triliun pada 2025, dibandingkan Rp69,19 triliun pada tahun sebelumnya. Peningkatan pendapatan sejalan dengan pertumbuhan laba perusahaan.

Hasil positif tersebut berlanjut di 2026. Di mana hingga Triwulan I-2026, ANTM tercatat berhasil membukukan pertumbuhan profitabilitas dengan laba periode berjalan sebesar Rp3,66 triliun. Jumlah ini meningkat 58% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,32 triliun.

Kondisi itu membuktikan bahwa ANTM menjadi emiten yang kinerjanya sangat bergantung pada perkembangan harga komoditas seperti emas, nikel, dan bauksit, serta perkembangan kebijakan regulasi di sektor minerba.

Adrian pun merekomendasikan Buy untuk ANTM dengan target jangka panjang sebesar 4.800. "Kami merekomendasikan Buy dengan target jangka panjang 4,800," pungkas dia.

(dpu/dpu) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ditutup Menguat 5,75%, Saham ANTM Siap Balik ke Rp3.000?


Most Popular
Features