Kredit Pensiun Beralih ke BTN, Bagaimana Nasib Nasabah SMBC?
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) resmi mengambil alih pengelolaan portofolio kredit pensiun milik PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN). Bagi nasabah yang terdampak, BTN memastikan pengalihan tersebut tidak akan mengubah hak maupun manfaat yang selama ini diterima.
Pengalihan portofolio yang mencakup Pinjaman Pensiun dan Manfaat Pensiun itu efektif berlaku sejak 29 Juni 2026. BTN menegaskan proses transisi telah dirancang agar berjalan mulus tanpa mengganggu layanan kepada para pensiunan.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan prioritas utama perseroan adalah menjaga kenyamanan nasabah selama proses pengalihan berlangsung.
"Prioritas utama kami adalah memastikan kenyamanan nasabah tetap terjaga. Kami menjamin seluruh hak-hak nasabah, termasuk manfaat asuransi jiwa kredit yang melekat pada pinjaman, tetap sama dan tidak mengalami perubahan. Kami juga siap mendampingi seluruh nasabah selama proses transisi agar tetap nyaman dan mendapatkan layanan terbaik dari BTN," kata Nixon dalam keterangan resmi, Rabu (1/7/2026).
BTN juga akan mengirimkan surat penyambutan (welcome letter) kepada seluruh nasabah yang terdampak. Surat tersebut berisi panduan lengkap mengenai perubahan pengelolaan fasilitas kredit setelah proses akuisisi rampung.
Meski pengelolaan kredit berpindah ke BTN, pembayaran manfaat pensiun belum ikut dialihkan. Untuk sementara, pembayaran manfaat pensiun masih tetap dilakukan oleh SMBC Indonesia hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
Nasabah juga diminta tetap melakukan proses autentikasi berkala sesuai ketentuan agar pembayaran manfaat pensiun tidak mengalami kendala selama masa transisi.
Apabila membutuhkan informasi lebih lanjut, nasabah dapat menghubungi Contact Center SMBCI Care di 1500-365 maupun mendatangi kantor cabang SMBC Indonesia terdekat selama proses pengalihan berlangsung.
Di sisi lain, Nixon menjelaskan akuisisi portofolio kredit pensiun ini merupakan bagian dari strategi BTN memperluas ekosistem layanan melalui transformasi Beyond Mortgage. Menurutnya, langkah tersebut bukan berarti BTN meninggalkan bisnis pembiayaan perumahan, melainkan melengkapi layanan agar dapat mendampingi nasabah sejak memiliki rumah hingga memasuki masa pensiun.
Sementara itu, Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan pengalihan portofolio ini memungkinkan SMBC Indonesia memusatkan sumber daya pada pengembangan bisnis di segmen emerging affluent, affluent, usaha kecil dan menengah (UKM), serta korporasi.
Menurutnya, BTN memiliki kapabilitas dan jaringan yang memadai untuk melayani nasabah pensiun sehingga proses transisi diharapkan berjalan optimal bagi kedua belah pihak.
(mkh/mkh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]