TBS Energi (TOBA) Raup Pinjaman Rp5,32 T, Duitnya Buat Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten energi, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) memperoleh fasilitas pinjaman dari sejumlah bank internasional dengan nilai total setinggi-tingginya SGD385 juta atau sekitar Rp5,32 triliun.
Berdasarkan Keterbukaan Informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti dikutip Rabu (1/7/2026) fasilitas tersebut terdiri atas term loan senilai setinggi-tingginya SGD345 juta dan fasilitas revolving senilai setinggi-tingginya SGD40 juta. Fasilitas ini diberikan kepada entitas anak TBS, yakni Cora Environment Group Pte. Ltd. atau CEG, SBT Invest Pte. Ltd., dan Taonga Holdings Pte. Ltd.
Transaksi tersebut melibatkan deretan bank internasional lintas yurisdiksi. DBS Bank Ltd. bertindak sebagai Coordinating Bank, Mandated Lead Arranger and Bookrunner, Agent, Common Security Agent, dan Existing Hedge Counterparty.
Selain DBS, fasilitas ini juga melibatkan Bangkok Bank Public Company Limited, Bank of China Limited, E.Sun Commercial Bank, Malayan Banking Berhad atau Maybank, RHB Bank Berhad, Societe Generale, Taishin International Bank Co., Ltd., serta Natixis Singapore Branch sebagai pemberi pinjaman baru.
Corporate Secretary TOBA, Pingkan Ratna Melati dalam keterangannya menyatakan transaksi ini merupakan bagian dari strategi mengoptimalkan struktur pembiayaan grup. Perseroan berharap skema baru dapat meningkatkan efisiensi biaya pendanaan, memperpanjang tenor pembiayaan, dan memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengelolaan kewajiban keuangan untuk mendukung pertumbuhan usaha berkelanjutan.
Keterlibatan banyak kreditur internasional dalam fasilitas ini untuk memperkuat portofolio bisnis berkelanjutan. Menurutnya, bank internasional umumnya memiliki proses uji kelayakan yang ketat, terutama untuk pembiayaan yang berkaitan dengan aset infrastruktur, transisi energi, dan bisnis dengan arus kas jangka panjang.
Kehadiran Natixis Bersama Societe Generale sebagai pemberi pinjaman juga menjadi salah satu poin yang layak dicermati. Keterlibatan kedua institusi keuangan asal Prancis tersebut mempertebal eksposur bank Eropa dalam struktur pendanaan TBS. Di pasar Asia, sejumlah bank Eropa dikenal aktif dalam pembiayaan bertema ESG, transisi energi, infrastruktur berkelanjutan, dan ekonomi sirkular.
Dana dari fasilitas tersebut akan digunakan antara lain untuk pelunasan fasilitas pinjaman sebelumnya yang dimiliki SBT Invest dan Taonga, serta pembiayaan modal kerja dan belanja modal SBT Invest dan anak perusahaannya. Perseroan menyebut transaksi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk mengoptimalkan struktur pembiayaan anak perusahaan, termasuk dari sisi biaya pendanaan, jangka waktu pembiayaan, dan fleksibilitas pengelolaan kewajiban keuangan.
Dengan struktur tersebut, fasilitas pinjaman ini dapat memperkuat ruang gerak TOBA dalam melanjutkan agenda transformasi bisnis. Dalam beberapa tahun terakhir, TOBA memang agresif menggeser portofolio dari bisnis berbasis batu bara menuju bisnis berkelanjutan, termasuk pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan ekosistem kendaraan listrik.
TOBA sedang mengubah arah bisnisnya dari coal-based business menuju company centered on sustainability. Transformasi tersebut mencakup pengembangan waste management, electric vehicles, serta renewable energy.
Perubahan portofolio tersebut mulai tercermin pada kinerja keuangan perseroan. Pada kuartal I/2026, pendapatan TBS naik 20,6% secara tahunan menjadi US$86,3 juta. Segmen pengelolaan limbah menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan US$52,0 juta atau sekitar 60,2% dari total pendapatan, sementara segmen EV menyumbang 3,7%. Adapun kontribusi pendapatan segmen batubara ercatat sebesar 34,2%.
(ayh/ayh) Add
source on Google