MARKET DATA

Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

CNBC Indonesia
01 July 2026 08:43
Mega Capital Sekuritas
Mega Capital Sekuritas
PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (30/6) dengan penurunan 3,05% ke level 5.643,19. Saham CPIN, MTEL, dan UNTR menjadi penopang utama pergerakan indeks, masing-masing menguat 9,68%, 8,43%, dan 1,88%. Di sisi lain, pelemahan saham BBCA, BBRI, dan MORA menjadi pemberat terbesar bagi IHSG.

Investor asing membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp1,21 triliun di pasar reguler dan Rp1,04 triliun di seluruh pasar. Seluruh sektor ditutup di zona merah, dengan sektor basic industry mencatat koreksi terdalam sebesar 5,54%.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat bergerak menguat. Indeks Dow Jones naik 0,26% ke 52.319, S&P 500 menguat 0,79% ke 7.499, dan Nasdaq bertambah 1,52% ke 26.213. 

Sentimen di pasar domestik dipengaruhi oleh laporan Fitch Ratings yang menyoroti tingginya suku bunga, pelemahan nilai tukar rupiah, serta risiko regulasi yang dinilai berpotensi memengaruhi kinerja korporasi. Kondisi tersebut tercermin dari pelemahan indeks ETF EIDO sebesar 2,92% dan MSCI Indonesia sebesar 3,76%.

Dari sisi korporasi, ada PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) yang mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp2,9 triliun sepanjang 2026 untuk mendukung ekspansi organik.

Perseroan menargetkan penambahan sekitar 2.500 tenant baru serta pembangunan 9.000 kilometer billable fiber optic sepanjang tahun. Selain itu, MTEL juga bersiap memasuki bisnis Fixed Wireless Access (FWA) dengan memanfaatkan jaringan 40.327 menara telekomunikasi, sekitar 59% di antaranya berada di luar Pulau Jawa, guna mendukung implementasi program Internet Rakyat (IRA) berbasis spektrum 1,4 GHz.

Di sisi lain, rencana pelepasan spektrum 700 MHz dan 2.500 MHz dinilai membuka peluang ekspansi layanan bagi perseroan. Pada perdagangan Selasa (30/6), saham MTEL ditutup menguat dan berada di atas rata-rata pergerakan 21 hari (EMA21).

Sementara itu, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) akan melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I melalui penerbitan maksimal 2,11 miliar saham baru, setara 22,18% dari modal ditempatkan dan disetor setelah aksi korporasi.

Harga pelaksanaan rights issue ditetapkan sebesar Rp350 per saham, sehingga potensi dana yang dihimpun mencapai sekitar Rp739,35 miliar.

Perseroan berencana menggunakan dana tersebut untuk pengadaan offshore support vessel sebesar Rp277,20 miliar, penyertaan modal pada joint venture senilai Rp190 miliar, penambahan modal pada entitas anak ELPI Trans Cargo sebesar Rp118,30 miliar, serta sisanya untuk modal kerja perseroan dan Ekalya Purnamasari Offshore.

Dalam aksi korporasi ini, Binaartha Sekuritas bertindak sebagai pembeli siaga yang akan menyerap maksimal 316,92 juta saham yang tidak diambil pemegang saham. Sementara itu, pemegang saham pengendali, Kreasi Cipta Timur (KCT) yang menguasai 82,36% saham ELPI, menyatakan tidak akan menggunakan haknya dan akan mengalihkan seluruh HMETD kepada GMT Kapital Asia (GKA).

Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 22,18% setelah rights issue selesai dilaksanakan.

Selanjutnya ada PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) yang menetapkan dividen tunai final tahun buku 2025 sebesar Rp265 per saham atau dengan total nilai sekitar Rp3,09 triliun.

Nilai tersebut setara dengan 33,5% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Dari total dividen tersebut, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) sebagai pemegang saham pengendali akan menerima sekitar Rp2,49 triliun, sedangkan pemegang saham publik memperoleh sekitar Rp601,61 miliar.

Berdasarkan harga penutupan saham ICBP di level Rp6.800 pada 30 Juni 2026, dividend yield tercatat sekitar 3,9%. Adapun cum date dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 6 Juli 2026, sementara pembayaran dividen akan dilakukan pada 28 Juli 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 

(ayh/ayh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
Next Article Kinerja Solid, Mitratel (MTEL) Tebar Dividen Rp2,08 Triliun

Most Popular
Features