JECX Patok IPO Rp1.250, Mepet Bawah Harga Penawaran Awal
Jakarta, CNBC Indonesia — Calon emiten PT Nitrasanata Dharma telah mematok harga penawaran Rp1.250 untuk pencatatan saham perdana alias initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga itu nyaris berada di rentang bawah harga penawaran dalam prospektus IPO, yakni Rp1.200 hingga Rp1.400 per saham.
Perusahaan pengelola jaringan rumah sakit mata Jakarta Eye Center (JEC) itu berencana melepas 325.322.300 saham baru. Lantas, dana yang diperoleh dari aksi melantai di bursa maksimal sebesar Rp406,65 miliar.
Calon emiten yang nantinya akan menggunakan kode saham JECX itu akan menggunakan dana yang terhimpun utamanya untuk pelunasan sebagian pokok pinjaman di PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank HSBC Indonesia, yakni sekitar Rp275 miliar. Dana yang tersisa akan digunakan untuk setoran modal PT Nitra Sanata Bali dan tambahan modal kerja operasional rutin.
Adapun, lokasi operasional utama JEC terdiri dari 5 rumah sakti spesialis mata dan 11 klinik yang tersebar di wilayah Jawa, Bali, dan Sulawesi.
Pada aspek kinerja laba rugi, JEC membukukan peningkatan pendapatan secara bertahap. Laba tahun berjalan pada 2025 tercatat sebesar Rp72,49 miliar. Beban operasional dan beban keuangan yang tinggi memberikan tekanan pada laba bersih dibandingkan pencapaian pada 2023.
Masa penawaran umum JECX dimulai tanggal 1 hingga 3 Juli 2026, dengan tanggal penjatahan jatuh pada tanggal 3 Juli 2026. Tanggal distribusi saham secara elektronik dilakukan pada tanggal 6 Juli 2026.
Pencatatan saham JECX pada BEI akan dilaksanakan pada 7 Juli 2026.
(mkh/mkh) Add
source on Google