EMAS Catat Pendapatan US$2,6 Juta per Kuartal I-2026

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Senin, 29/06/2026 17:25 WIB
Foto: (Dok. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS))

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat pendapatan sebesar US$2,6 juta pada kuartal I 2026 setelah mencatatkan penjualan emas perdana pada Maret 2026. Selain itu, EBITDA tercatat negatif US$1 juta, sementara rugi bersih setelah kepentingan minoritas mencapai US$10,9 juta.

Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk. Boyke P. Abidin mengatakan, kinerja tersebut mencerminkan profil keuangan yang wajar bagi operasi tambang yang baru memasuki tahap produksi, dengan kontribusi penjualan yang baru tercatat sebagian pada kuartal berjalan, serta beban keuangan terkait revolving credit facility Perseroan.


Seiring peningkatan volume produksi dan penjualan secara bertahap dalam fase ramp-up, EMAS memperkirakan kinerja keuangan akan membaik pada kuartal berikutnya.

"Kuartal I 2026 merupakan periode penting bagi EMAS, seiring keberhasilan Tambang Emas Pani melakukan first gold pour pada Februari 2026 dan menyelesaikan penjualan emas perdana pada Maret 2026," ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (29/6/2026).

Sepanjang periode tersebut, Pani memproduksi 1.818 ounces emas dan 3.500 ounces perak, serta mencatatkan penjualan emas perdana sebesar 516 ounces. "Capaian ini menandai awal transisi kami menjadi perusahaan produsen emas dan menjadi fondasi penting bagi fase ramp-up Pani ke depan," tututnya.

Ia mengaku, Tambang Emas Pani terdorong oleh harga emas yang mendukung sepanjang kuartal tersebut, dengan harga jual rata-rata sebesar US$5.123 per ounce emas.

Biaya tunai tercatat sebesar US$969 per ounce di luar royalti, atau US$1.202 per ounce termasuk royalti, sehingga menghasilkan margin tunai sebesar US$3.921 per ounce pada fase awal ramp-up.

All-in sustaining cost (AISC) tercatat sebesar US$4.463 per ounce di luar royalti, atau US$4.696 per ounce termasuk royalti.

"Tingginya AISC mencerminkan tahap awal produksi, ketika biaya sustaining dan pengeluaran terkait ramp-up masih diserap oleh basis produksi yang terbatas," ungkapnya.

EMAS memperkirakan biaya per unit akan berangsur normal seiring peningkatan volume produksi Tambang Emas Pani. Tambang Emas Pani tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai target produksi 100.000 hingga 115.000 ounces emas pada 2026, sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang telah disetujui.

Panduan biaya tunai berada pada kisaran US$900 hingga US$1.100 per ounce, sementara panduan AISC berada pada kisaran US$1.300 hingga US$1.450 per ounce, keduanya di luar royalti dan kredit perak. Produksi perak sebagai produk sampingan diperkirakan mencapai 100.000 hingga 200.000 ounces pada 2026.

Setelah periode kuartal I 2026, EMAS mengumumkan estimasi sumber daya mineral perdana untuk prospek Kolokoa sebesar 42 juta ton dengan kadar 0,33 gram per ton emas, yang mengandung sekitar 445.000 ounces emas.

Tambahan tersebut meningkatkan total inventaris sumber daya mineral Tambang Emas Pani dari 7,0 juta ounces menjadi sekitar 7,4 juta ounces emas, atau naik sekitar 6%.

Ke depan, EMAS akan tetap berfokus pada peningkatan produksi Tambang Emas Pani secara aman dan disiplin, optimalisasi biaya, serta pengembangan kapasitas pengolahan secara bertahap.

Dengan produksi perdana yang telah tercapai, panduan produksi 2026 yang jelas, peningkatan sumber daya mineral, serta akses ke pasar modal Indonesia dan internasional, Perseroan berada pada posisi yang baik untuk menciptakan nilai jangka panjang dari salah satu deposit emas primer paling signifikan di Asia.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Harga Minyak Merosot 10%-Harga Emas Turun ke Bawah USD 4.200/Oz