MARKET DATA

Resmi Dual Listing, EMAS Jadi Emiten RI Pertama IPO di Hong Kong

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
26 June 2026 14:30
Tampilan layar indeks saham Hang Seng terlihat di distrik Central, Hong Kong, Cina, 7 April 2025. REUTERS/Tyrone Siu
Foto: REUTERS/Tyrone Siu

Jakarta, CNBC Indonesia — Emiten pertambangan emas PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi melantai atau melaksanakan Initial Public Offering di Main Board The Stock Exchange of Hong Kong Limited (HKEX) hari ini, (26/6/2026).

Pemilik dan operator Tambang Emas Pani tersebut menyelesaikan pencatatan sekunder di dalam bentuk Hong Kong Depositary Receipts (HDR) dan mulai diperdagangkan pada pukul 09.30 waktu Hong Kong atau pukul 08.30 WIB. Adapun EMAS diperdagangkan dengan kode saham 6228.

Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini tercatat dengan harga penawaran sebesar HK$26,60 per HDR (atau sekitar 60.957,98 IDR) dan satuan perdagangan 100 HDR per lot.

Presiden Direktur MDKA Boyke Poerbaya Abidin mengatakan, transaksi ini merupakan dual listing pertama perusahaan Indonesia di HKEX, pencatatan HDR pertama di Hong Kong dalam lebih dari satu dekade. IPO ini juga menjadi dual listing pertama oleh emiten Indonesia dalam lebih dari dua dekade.

"Keberhasilan pencatatan di HKEX menjadi tonggak penting bagi Merdeka Gold Resources sekaligus memperkuat kehadiran Indonesia di pasar modal global. Transaksi ini juga membuka akses yang lebih luas bagi investor internasional untuk memperoleh eksposur terhadap salah satu aset pertumbuhan emas paling signifikan di Indonesia, sekaligus mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas Tambang Emas Pani," ungkap Boyke dalam keterangan tertulis, Jumat, (26/6/2026).

Sebagai informasi, HDR merupakan efek yang diperdagangkan di HKEX dan merepresentasikan kepemilikan manfaat atas saham biasa yang tercatat di bursa lain.

Dalam konteks MGR, setiap HDR merepresentasikan kepemilikan manfaat atas saham biasa Perseroan yang telah tercatat dan diperdagangkan secara publik di Bursa Efek Indonesia.

Struktur HDR memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap MGR melalui pasar Hong Kong, dengan tetap mempertahankan kepentingan ekonomi yang sama atas saham Perseroan yang tercatat di Indonesia.

Perseroan menegaskan bahwa tidak ada satu pun pemegang HDR di HKEX yang memiliki kepemilikan manfaat lebih dari 5% dari total HDR yang beredar. Dengan demikian, seluruh HDR yang tercatat sejalan dengan perlakuan free float yang berlaku atas saham dasar Perseroan di Bursa Efek Indonesia.

Karena HDR tersebut didukung oleh saham yang telah diperdagangkan secara publik, status free float di HKEX mencerminkan basis kepemilikan publik yang sama sebagaimana diakui berdasarkan ketentuan pasar modal Indonesia.

MDKA, selaku pemegang saham pengendali, tidak menjual saham dalam penawaran global ini. Dengan demikian, transaksi tersebut tidak mengubah modal ditempatkan MGR dan tidak menyebabkan dilusi bagi pemegang saham eksisting.

Sebelumnya, perseroan telah mengemukakan sejumlah investor utama (cornerstone investors) yang berkomitmen mendukung IPO EMAS.

Investor strategis mencakup Wanguo Gold Group Limited dan CNGR Hong Kong Material Science & Technology Co. Limited, serta perusahaan perdagangan komoditas terkemuka seperti Mercuria Holdings (Singapore) Pte. Ltd., Trafigura Pte. Ltd., Glencore International AG, dan Intera Mining Investment Limited, yang sepenuhnya dimiliki oleh JCHX Mining Management Co Ltd.

Sementara itu, investor keuangan mencakup Ping An of China Asset Management (Hong Kong) Company Limited, GF Fund Management Co., Ltd., Eurus Holdings SPC (ORIX), Dymon Asia Multi-Strategy Investment Master Fund, dan Wind Sabre Fund SPC.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Detik-Detik Melantai di Bursa Hong Kong, EMAS Didukung Glencore Cs


Most Popular
Features