TUGU Buka Suara Soal Konsolidasi Asuransi BUMN, Ini Updatenya

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Rabu, 24/06/2026 12:45 WIB
Foto: Dok Tugu Insurance

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten asuransi pelat merah PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) buka suara terkait perkembangan rencana konsolidasi atau streamlining perusahaan asuransi di lingkungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen TUGU menyampaikan bahwa pada 19 Juni 2026 Perseroan menjadi salah satu pihak yang dilibatkan dalam penyusunan kajian terkait rencana konsolidasi asuransi di ekosistem Danantara. Keterlibatan tersebut merupakan bagian dari proses penjajakan yang tengah dilakukan oleh Perseroan.

TUGU menjelaskan bahwa kajian tersebut berkaitan dengan rencana streamlining atau konsolidasi perusahaan-perusahaan asuransi yang berada dalam ekosistem Danantara. Namun demikian, Perseroan belum mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai bentuk maupun skema konsolidasi yang tengah dikaji.


"Terdapat potensi biaya untuk pelaksanaan penyusunan kajian tersebut," sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Rabu, (24/6/2026).

Diketahui, konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Asuransi ditargetkan rampung pada tahun ini. Adapun proses pembahasan teknis merger diharap selesai Juli 2026, dan penggabungannya dimulai September 2026.

Untuk membahas perkembangan proses tersebut, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko, pada Rabu (17/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada aspek integrasi bisnis, penguatan tata kelola, optimalisasi permodalan, serta pengembangan sinergi antarentitas yang akan menjadi bagian dari struktur perusahaan hasil merger.

Berbagai langkah strategis yang diperlukan untuk memastikan proses integrasi berjalan efektif dan memberikan nilai tambah jangka panjang juga menjadi perhatian utama.

"Konsolidasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat industri asuransi BUMN agar lebih sehat, efisien, dan kompetitif," ujar Dony, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (17/6/2026).

Transformasi yang tengah dijalankan diharapkan mampu menghasilkan skala usaha yang lebih kuat, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kapasitas underwriting dan investasi, serta memperluas kemampuan perusahaan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dan dunia usaha.

Melalui penguatan struktur industri asuransi BUMN, BP BUMN dan Danantara berharap sektor asuransi dapat memainkan peran yang semakin strategis dalam mendukung stabilitas sistem keuangan, meningkatkan penetrasi asuransi nasional, serta mendukung pembiayaan dan pembangunan ekonomi Indonesia.

Sejalan dengan itu, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan mengatakan, proses pembahasan konsolidasi asuransi BUMN sedang berlangsung antar lembaga dan konsultan. Diharapkan, proses ini selesai pada 31 Juli 2026.

"Proses penggabungan September 2026, sehingga Januari 2027 harus sudah selesai. Tapi apakah nanti siapa yang jadi cangkang ini masih belom kelihatan hilalnya," ujar Budi dalam konferensi pers AAUI, di Jakarta, terpisah.

Lebih jauh, Asosiasi Asuransi Umum telah memberi masukan kepada Danantara agar proses konsolidasi tidak berdampak pada kinerja asuransi umum. Pasalnya, selain agenda konsolidasi, asuransi juga dihadapkan pada kewajiban spin off unit usaha syariah di akhir 2026.

"Ada beberapa asuransi BUMN ini yang tidak baik-baik saja apakah akan dapat PMN? ini belum tau apakah setelah merger akan dilakukan. Dan transfer portofolio tidak mudah dan run off diharap berjalan smooth," kata Budi.


(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Kepercayaan Investor Tinggi, Minat Global Bond Danantara Tembus Rp 18T