Transaksi RI-China Tanpa Dolar Makin Kencang, Tembus Rp161,5 T Sebulan
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi antar negara menggunakan mata uang lokal antara Indonesia dengan China makin kencang, seiring kebutuhan masing-masing negara untuk mengurangi ketergantungan dengan dolar Amerika Serikat (AS).
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan transaksi menggunakan skema local currency settlement (LCT) Indonesia-China itu pada Mei 2026 mencapai US$9 miliar atau sekitar Rp161,57 triliun (asumsi kurs Rp17.953/US$).
Bila dikalkulasi secara total, maka sepanjang 2026 dari Januari hingga Mei, nilainya sudah mencapai US$ 22 miliar atau sekitar Rp394,96 triliun.
"Kita mempunyai mekanisme LCT dengan beberapa negara, salah satunya adalah dengan China, yang memang trennya terus mengalami peningkatan secara pesat, di mana pada Mei 2026 , hanya bulan Mei saja ya, yang melalui skema LCT sudah mencapai US$9 miliar," kata Destry dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia dikutip Rabu (24/6/2026).
Dengan terus meningkatnya transaksi LCT Indonesia-China, pihaknya juga akan terus mendukung transaksi ini agar nilanya semakin besar.
"Kami berusaha untuk mendukung, karena itu export real ya, jadi artinya berkaitan dengan apakah itu untuk swasta, untuk pemerintah, dan seterusnya, sehingga kami berusaha untuk mengembangkan sistem pembayaran juga dengan China, agar bagaimana akses itu bisa lebih mudah," ujarnya.
BI juga telah bekerja sama dengan bank sentral China (People's Bank of China/PBoC) dan bank sentral Hong Kong (Hong Kong Monetary Authority/HKMA) untuk mendukung nilai LCT bisa lebih besar lagi.
"Kami juga punya kemarin bekerja sama dengan PBoC dan HKMA, kita menandatangani MoU bersama, yang tujuannya adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga stabilitas di kawasan," ujar Destry.
"Bagaimana kita saling mendukung untuk makin meningkatnya transaksi keuangan, perdagangan, dan investasi, termasuk juga untuk penguatan dari daya tahan di wilayah masing-masing," tegasnya.
(arj/arj) Add
source on Google