Ini Daftar Lengkap 6 Calon Emiten yang Siap Melantai di BEI

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Selasa, 23/06/2026 14:55 WIB
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah emiten mulai melaksanakan pencatatan saham perdama (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelang akhir semester I tahun ini. Mengutip keterbukaan informasi BEI, ada 6 calon emiten yang akan melantai di pasar modal pada bulan Juli 2026.

Adapun 6 calon emiten tersebut antara lain, PT Niramas Utama Tbk. (JELI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), dan Emiten milik Raffi Ahmad, PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS).


PT Niramas Utama Tbk. (JELI) akan melepas sebanyak 350.000.000 saham atau 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor dengan nilai nominal Rp100 saham. Saham yang ditawarkan kepada masyarakat berasa di kisaran Rp900 hingga Rp1.120 per saham. Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia : 7 Juli 2026.

Sedangkan emiten milik Raffi Ahmad, PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) ini menawarkan sebanyak-banyaknya 2,52 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dalam aksi korporasi ini, RANS menetapkan rentang harga penawaran sebesar Rp135 hingga Rp170 per saham. Perkiraan Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026.

Selanjutnya, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menawarkan sebanyak 615 juta saham baru atau setara 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran berada di kisaran Rp400-Rp500 per saham. Adapun pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 7 Juli 2026.

Kemudian, PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) akan melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) sbanyaknya 487.983.500 saham biasa, yang terdiri dari 325.322.300 saham dari modal ditempatkan dan disetor dan 162.661.200 saham milik DR.Dr. Waldensius

Girsang, yang mewakili 5% dari modal ditempatkan dan disetor yang mana seluruhnya sejumlah sebanyak-banyaknya 15% dari modal ditempatkan dan disetor dengan nilai Rp 16 per saham.

Adapun harga yang ditawarkan kepada masyarakat berada di rentang Rp1.200 sampai dengan Rp1.400 per saham. Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026

Selain itu, ada PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) yang menawarkan sebanyak-banyaknya 522,86 juta saham baru yang mewakili maksimal 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO. Dalam aksi korporasi ini, perseroan menawarkan saham pada kisaran harga Rp446 hingga Rp515 per saham. Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 8 Juli 2026.

Terakhir, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang menawarkan sebanyak-banyaknya 522,9 juta saham baru atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. PRDL menetapkan kisaran harga penawaran Rp100-Rp120 per saham. Adapun pencatatan saham di BEI dijadwalkan pada 9 Juli 2026.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) masih optimis target perusahaan yang mencatatkan sahamnya di pasar modal melalui penyelenggaraan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) masih sesuai target.

Sebagai informasi, BEI menargetkan IPO tahun 2026 sebanyak 50 emiten baru. Jumlahnya hampir dua kali lipat dari realisasi tahun lalu yang hanya sebanyak 26 emiten.

"Oh sampai saat ini kita masih sesuai dengan target. Nanti kalaupun ada perubahan nanti kami sampaikan," kata Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik saat ditemui di gedung BEI Jakarta, Senin (18/5/2026).

Jeffrey menjelaskan, keputusan IPO merupakan keputusan strategis dari masing-masing perusahaan. Pertimbangan perusahaan dalam melaksanakan aksi korporasi tersebut juga berdasarkan banyak faktor, termasuk kondisi pasar.

"Nah tentu dalam kondisi pasar seperti ini ya mungkin ada pertimbangan-pertimbangan tambahan apakah bisa mendapatkan pricing yang optimal, ya apakah apa nanti IPO-nya bisa terserap dengan baik oleh pasar atau tidak. Itu kan tentu menjadi pertimbangan dari calon perusahaan tercatat dan penjamin emisinya ya," jelasnya.

Namun, Jeffrey menilai, proses rencana calon emiten masih tetap berjalan. Harapannya, dapat sesuai dengan jadwal uang telah direncanakan. "Mudah-mudahan akan ada IPO-IPO baru," ucapnya.

Jeffrey menekankan, dalam proses IPO, BEI akan mengutamakan kualitas daripada kuantitas perusahaan sehingga keberlangsungan pasar modal Indonesia dapat terjaga.

"Tentu kita kita kan sudah sama-sama sepakat bahwa kita akan mengutamakan kualitas daripada kuantitas ya. Saya kira kesepakatan itu masih berlaku dan masih sama seperti itu," ungkapnya.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: IPO Semester I Masih Sepi, BEI Yakin Target 2026 Tercapai