Mandiri Jogja Marathon Diserbu 10.200 Pelari, UMKM Kecipratan Cuan

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Selasa, 23/06/2026 08:55 WIB
Foto: Mandiri Jogja Marathon 2026. (Dok. Bank Mandiri)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ajang lari tahunan Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 tak hanya menjadi pesta olahraga, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Event yang digelar di kawasan Candi Prambanan pada Minggu (21/6/2026) itu diikuti 10.200 pelari dari 17 negara, menjadikannya penyelenggaraan terbesar sejak pertama kali digelar pada 2017.

Besarnya jumlah peserta tersebut turut mendongkrak aktivitas ekonomi di sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, kuliner hingga usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang terlibat sepanjang rangkaian acara.

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, Mandiri Jogja Marathon kini berkembang menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga. Menurutnya, event tersebut menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.


"MJM merupakan wujud sinergi yang terintegrasi antara Bank Mandiri, komunitas, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah. Kami ingin setiap langkah pelari memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat, sehingga MJM benar-benar hadir sebagai More Than a Race," ujar Adhika dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).

Dari sisi ekonomi lokal, Bank Mandiri memperkuat pemberdayaan UMKM melalui berbagai program pendampingan dan literasi keuangan digital. Upaya tersebut dilakukan untuk mendorong peningkatan kapasitas usaha sekaligus memperluas adopsi transaksi digital di kalangan pelaku usaha sekitar lokasi penyelenggaraan.

Pada Race Village di kawasan Candi Prambanan, Bank Mandiri menghadirkan program Mandiri LAKU LOKAL (mLaku Lokal) yang melibatkan 27 brand lokal dan 70 tenant UMKM. Kehadiran para pelaku usaha tersebut menjadi sarana promosi sekaligus membuka peluang peningkatan penjualan selama event berlangsung.

Tak hanya itu, perseroan juga menggelar UMKM Festival yang melibatkan sekitar 60 pelaku UMKM di sekitar kawasan Candi Prambanan. Penguatan kapasitas usaha juga dilakukan melalui program Literasi UMKM Pasar Ngasem.

Kontribusi ekonomi dari event ini juga ditopang oleh tingginya jumlah peserta mancanegara dan domestik yang datang ke Yogyakarta. Kehadiran ribuan pelari beserta pendamping diperkirakan mendorong tingkat okupansi hotel, konsumsi sektor kuliner, hingga aktivitas wisata di berbagai destinasi sekitar Prambanan.

Selain dampak ekonomi, Bank Mandiri juga menempatkan aspek keberlanjutan sebagai bagian penting penyelenggaraan MJM 2026. Perseroan mengintegrasikan program pengurangan emisi karbon melalui fitur Livin' Planet, pengelolaan kawasan zero waste to landfill, penggunaan racepack berbahan hasil upcycling, hingga kampanye daur ulang pakaian.

Di bidang sosial, Bank Mandiri menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) melalui tema "Melangkah Bersama, Membangun Jogja". Program tersebut mencakup layanan kesehatan bagi 1.650 Abdi Dalem di Puro Pakualaman, Puralaya Imogiri, dan Keraton Ngayogyakarta, khitanan massal untuk 280 anak, hingga perbaikan infrastruktur desa di 28 desa yang dilalui rute lomba.

Perseroan juga menyalurkan 2.800 paket sembako serta mendukung pelestarian budaya melalui digitalisasi manuskrip kuno koleksi Widyapustaka Pakualaman.

Menurut Adhika, pendekatan yang menggabungkan olahraga, budaya, pariwisata, pemberdayaan ekonomi dan keberlanjutan menjadi nilai pembeda Mandiri Jogja Marathon dibandingkan event lari lainnya.

"Melalui Mandiri Jogja Marathon, kami ingin menghadirkan perayaan yang tidak hanya dinikmati para pelari, namun juga mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah secara berkelanjutan," ujarnya.

Selain menjadi ajang sport tourism, MJM 2026 juga dimanfaatkan Bank Mandiri sebagai panggung untuk memperkenalkan sejumlah inovasi layanan digital. Beberapa produk yang diperkenalkan antara lain Livin' Next-G untuk generasi muda, Livin' Kredit Back to Back Obligasi, hingga fitur pembiayaan emas melalui KSM Emas pada layanan Livin' Gold.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Bank Mandiri dalam memperluas ekosistem layanan keuangan digital sekaligus mendorong inklusi keuangan di berbagai segmen masyarakat.

"Melalui semangat More Than a Race, kami ingin memastikan Mandiri Jogja Marathon meninggalkan pengalaman yang berkesan, sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas melalui penguatan ekosistem serta berbagai solusi yang mampu mendukung kebutuhan masyarakat yang terus berkembang," pungkas Adhika.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bank Mandiri Cetak Laba Rp 15,4 Triliun di Kuartal I-2026