Perusahaan Grup Djarum (BACH) Mau IPO, Tawarkan Saham Rp400-Rp500

mkh, CNBC Indonesia
Selasa, 23/06/2026 08:20 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan calon emiten baru. PT Bach Multi Global Tbk (BACH), perusahaan yang bergerak di bidang penjualan dan penyewaan genset serta jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi, bersiap melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO).

Berdasarkan prospektus awal yang diterbitkan perseroan, BACH menawarkan sebanyak 615 juta saham baru atau setara 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran berada di kisaran Rp400-Rp500 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi meraup dana segar hingga Rp307,5 miliar dari aksi korporasi ini.

Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 22-24 Juni 2026. Adapun pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 7 Juli 2026. Penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO ini adalah PT Erdikha Elit Sekuritas.


Perseroan mengungkapkan, dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan modal kerja. Sekitar Rp91,02 miliar akan digunakan untuk membayar sebagian pinjaman kepada PT Bank Permata Tbk, sementara sisanya sekitar Rp213,48 miliar dialokasikan sebagai modal kerja untuk mendukung operasional dan pembayaran kepada pemasok.

BACH saat ini menjalankan dua lini bisnis utama, yakni penjualan dan penyewaan genset serta jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi. Perseroan menilai kedua sektor tersebut masih memiliki prospek pertumbuhan yang positif seiring meningkatnya kebutuhan pasokan listrik cadangan dan ekspansi infrastruktur digital di Indonesia.

Yang menarik, IPO ini juga berlangsung di tengah perubahan struktur kepemilikan perusahaan. Sebelum IPO, PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI) tercatat sebagai pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 61,55%, sementara PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) menggenggam 30% saham perseroan.

Setelah IPO, porsi kepemilikan BMSI akan terdilusi menjadi sekitar 52,32% dan GTP menjadi 25,49%, sedangkan masyarakat akan menguasai 15,06% saham perseroan. Namun, struktur tersebut belum menjadi komposisi final lantaran GTP telah menyatakan akan mengeksekusi hak opsi untuk membeli 1,04 miliar saham milik BMSI.

Setelah transaksi tersebut rampung, GTP akan menguasai 51% saham BACH dan menjadi pemegang saham pengendali, sementara kepemilikan BMSI turun menjadi sekitar 26,81%. 

Sebagai informasi, GTP adalah perusahaan milik PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang dikendalikan oleh kelompok usaha Djarum. 


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Berusia 35 Tahun, Produsen Nata De Coco Siap Ramaikan IPO 2026