Video

Video: Rupiah Melemah & Suku Bunga Tinggi, RI Masih Menarik Asing?

CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia
Senin, 22/06/2026 15:13 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Chief Investment Officer Sinarmas Asset Management, Genta Wira Anjalu menilai Langkah Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan 100 Bps menjadi 5,75% dalam rentang Mei-Juni 2026. Hal ini dibutuhkan untuk menjaga stabilitas Rupiah sekaligus mengembalikan kepercayaan pasar.

Di tengah volatilitas yang masih tinggi ini, kenaikan BI Rate bisa menjadi sentimen positif untuk mendorong penguatan Rupiah meski memberi efek negatif bagi sejumlah sentimen yang terkait suku bunga. Di harapkan kebijakan ini juga bisa menahan arus keluar dan meningkatkan kepercayaan investor untuk Kembali masuk pasar RI.

Selain isu dalam negeri, pasar juga mencermati arah kebijakan The Fed, Kevin Warsh yang cukup 'hawkish' dengan adanya potensi Fed Fund Rates bisa Kembali naik. Jika higher for longer berlanjut maka Indonesia diharapkan masih cukup kompetitif untuk menarik aliran dana asing.

Seperti apa pasar melihat arah pergerakan pasar keuangan RI di tengah pelemahan Rupiah dan kenaikan suku bunga? Seperti apa analisa pergerakan pasar modal RI? Selengkapnya simak ulasan Shania Alatas dengan Chief Investment Officer Sinarmas Asset Management, Genta Wira Anjalu dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Senin, 22/06/2026)

Add as a preferred
source on Google