BI Gandeng Kemenag, Luncurkan Program Buat Ribuan UMKM
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) menyelenggarakan Kick Off terkait Program Transformasi Kewirausahaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Terpadu 2026.
Dalam agenda ini, turut hadir Gubernur BI Perry Warjiyo dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Perry dalam sambutannya mengatakan program UMKM Terpadu merupakan bentuk komitmen BI dan pemerintah untuk memajukan ekonomi kerakyatan oleh UMKM.
"Program ini adalah bentuk nyata komitmen kita dari Bank Indonesia, pemerintah, dan mitra strategis Bank Indonesia untuk UMKM, sebagai dasar ekonomi kerakyatan yang merupakan pilar penting pertumbuhan ekonomi melalui pelatihan kewirausahaan terpadu serta pendirian UMKM maju sekaligus untuk penciptaan lapangan kerja dan ekonomi kerakyatan," kata Perry dalam sambutannya, Senin (22/6/2026).
Hal ini menjawab dari ketidakpastian kondisi global yang masih cukup tinggi, di mana Indonesia harus semakin mandiri dalam ekonominya.
"Kita menghadapi dunia yang terus bergejolak dan ketidakpastian yang makin tinggi. Oleh karena itu, kita harus semakin mandiri. Kita harus semakin mandiri, apapun yang terjadi di global, we have to move on," lanjutnya.
Perry melanjutkan potensi UMKM sangat besar, di mana Indonesia memiliki lebih dari 65 juta pelaku UMKM.
"UMKM ini potensinya sangat besar. Ada lebih dari 65 juta UMKM di Indonesia, sebagian besar adalah skalanya kecil dan sudah menciptakan lapangan kerja," jelasnya.
Untuk mitra UMKM BI sendiri, saat ini ada sekitar 3.000 UMKM yang tersebar di 46 kantor perwakilan BI. Bahkan, pelaku UMKM yang berasal dari pesantren pun mencapai sekitar 1.500 UMKM.
"Jadi program-program yang sudah kita lakukan di Kementerian Agama, Kementerian UMKM, dam Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, itu terus kita jalankan. Tapi yang harus kita lakukan adalah bagaimana dampaknya itu semakin luas. Itulah Kick-Off yang hari ini kita lakukan," terangnya.
(chd/mij) Add
source on Google