Penjualan Ritel RI Melempem, Laba Emiten Ini Malah Naik 35,5%
Jakarta, CNBCÂ Indonesia - Emiten ritel PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) mencatatkan pertumbuhan kinerja di sepanjang kuartal I 2026 dan melampaui kinerja industri ritel nasional.
Bank Indonesia (BI) melaporkan penjualan eceran di Indonesia tumbuh moderat 3,4% secara year-on-year (yoy) pada Maret 2026. Meski secara keseluruhan penjualan ritel tetap tumbuh positif, tetapi beberapa segmen justru mencatatkan kontraksi.
Mengacu pada data BI, penjualan alat informasi dan komunikasi anjlok 26,4% yoy, selanjutnya penjualan perlengkapan rumah tangga juga mengalami kontraksi 3,5% yoy dan penjualan sandang juga turut mengalami penurunan 2,4% yoy.
Di tengah kondisi tersebut MDIY mampu mencatatkan kinerja yang melampaui pertumbuhan industri. Hal ini tampak dari beberapa indikator utama seperti jumlah transaksi yang tembus 29,5 juta dalam satu kuartal. Angka ini mencerminkan pertumbuhan 28,8% yoy.
"Kemampuan MDIY untuk lampaui industri karena disiplin dalam ekspansi. Harga produk yang terjangkau dan aksesibilitas toko di seluruh wilayah Indonesia menjadi penopang utama pertumbuhan revenue di kuartal satu" ungkap Alvin Timothy Murthi, dalam riset Ajaib Sekuritas, Senin (22/6/2026).
Untuk diketahui, MDIY terkenal menjual berbagai macam produk kebutuhan rumah tangga dengan proposisi value hemat. Hingga kuartal I 2026 memiliki 1.258 toko yang ada di 432 kota dari 514 kota di Indonesia. Hal ini turut berdampak pada peningkatan pendapatan MDIY sebesar 31,0% yoy menjadi hampir Rp2,4 triliun.
Alvin menambahkan, ruang ekspansi MDIY masih terbuka lebar. Pada kuartal I 2026, MDIY mampu mencetak arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp1,1 triliun atau naik 3,5x yoy. Di saat yang sama, MDIY juga melakukan strategi deleveraging atau mengurangi porsi utang yang dimiliki lewat pembayaran pinjaman bank sebesar Rp298,3 miliar pada kuartal I-2026.
"Dengan profil arus kas yang kuat, rasio utang 0,3x modal. MDIY punya fleksibilitas yang besar untuk danai capex dari kas internal atau pinjaman. Di sisi lain, MDIY juga tetap bisa kompetitif untuk mempertahankan harga tetap sama sebagai value proposition untuk menjaga momentum pertumbuhan dobel digit" ujar Alvin.
Sebagai informasi, MDIY juga mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp306,5 miliar di sepanjang kuartal I-2026 atau naik 35,5% yoy sejalan dengan peningkatan pendapatan yang dicatatkan perusahaan.
Sebelumnya, MDIYÂ juga mengumumkan bahwa para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 40% dari laba bersih tahun buku 2025, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada hari ini, Kamis (11/6). Keputusan ini menandai pembagian dividen perdana Perseroan sejak mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Didukung oleh kinerja tahun buku 2025 yang mencatat laba bersih sebesar Rp1,1 triliun dengan pendapatan mencapai Rp7,9 triliun atau tumbuh 16,7% dibandingkan tahun sebelumnya, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp17,62 per saham. Persetujuan tersebut mengukuhkan komitmen yang sebelumnya telah disampaikan manajemen, menjadi keputusan resmi pemegang saham.
"Keputusan ini menandai milestone yang penting bagi MR.D.I.Y. Indonesia. Pembagian dividen perdana sejak Perseroan tercatat di bursa mencerminkan kekuatan fundamental bisnis perusahaan serta kepercayaan para pemegang saham terhadap kemampuan eksekusi dan pendekatan pertumbuhan jangka panjang yang terus kami jalankan secara disiplin," ujar Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia Edwin Cheah, dikutip Jumat (12/6/2026).
Dividen akan dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan per 24 Juni 2026 (recording date), dengan tanggal pembayaran dividen ditetapkan pada 10 Juli 2026.
"Dengan telah terpenuhinya kewajiban penyisihan cadangan wajib pada 2025, Perseroan kini memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam mengalokasikan modal. Hal ini memungkinkan Perseroan untuk menyeimbangkan antara return bagi pemegang saham dengan investasi berkelanjutan untuk mendukung ekspansi dan prioritas operasional di masa mendatang," terang Edwin.
(ayh/ayh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]