OJK Buka Suara Soal Hasil Review MSCI Terbaru

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Jumat, 19/06/2026 10:54 WIB
Foto: Ilustrasi OJK (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya memberikan penjelasan lengkap terkait hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang menurunkan penilaian Indonesia pada aspek Information Flow.

Regulator menegaskan mayoritas aspek aksesibilitas pasar modal Indonesia tetap terjaga dan tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan bahwa MSCI tetap memberikan pengakuan terhadap sejumlah perbaikan yang telah dilakukan Indonesia. Salah satunya adalah berkurangnya sejumlah catatan terkait liberalisasi pasar valuta asing atau Foreign Exchange Market Liberalization Level, meskipun aspek tersebut masih dinilai memerlukan peningkatan lebih lanjut.


Menanggapi kritik MSCI terkait transparansi pasar, OJK mengungkapkan berbagai reformasi yang telah dan sedang dijalankan dalam beberapa bulan terakhir.

Reformasi tersebut mencakup peningkatan kualitas data kepemilikan saham, penguatan keterbukaan informasi, pengembangan kerangka pelaporan beneficial ownership, peningkatan kapasitas surveillance dan pengawasan perdagangan, hingga penyempurnaan regulasi untuk mendukung transparansi dan perlindungan investor.

OJK juga menyebut berbagai langkah reformasi tersebut telah memperoleh pengakuan dari penyedia indeks global, termasuk MSCI dan FTSE Russell. Bahkan sejumlah kebijakan yang diterapkan Indonesia mulai digunakan sebagai salah satu variabel dalam penentuan konstituen indeks maupun kebijakan investasi investor global.

Lebih lanjut, Hasan mengatakan penguatan transparansi pasar, integritas pasar, dan kualitas informasi merupakan proses yang berkelanjutan. Karena itu, hasil review MSCI akan menjadi salah satu referensi penting bagi regulator dalam menentukan prioritas program pengembangan pasar modal ke depan.

"OJK memandang masukan MSCI sebagai bagian dari proses perbaikan yang konstruktif. Dengan konsistensi reformasi yang sedang berjalan, kami optimis kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia akan terus menguat ke depan," ujar Hasan dalam keterangan resminya, Jumat (19/6/2026).

Meski mendapat penurunan penilaian pada satu aspek, Indonesia tetap berstatus Emerging Market dalam MSCI dan mayoritas indikator aksesibilitas pasar masih memperoleh penilaian positif.

OJK menegaskan akan terus memperkuat dialog dengan MSCI, FTSE Russell, serta investor global untuk memastikan reformasi yang telah dilakukan dapat dipahami secara komprehensif oleh komunitas investasi internasional.

Hasan melanjutkan bahwa hasil review MSCI tahun ini menunjukkan hanya satu dari 18 kriteria yang mengalami perubahan penilaian.

"Secara umum mayoritas aspek aksesibilitas pasar Indonesia tetap terjaga dan tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya namun juga ada catatan untuk arah perbaikan pasar modal ke depan," kata Hasan.

Menurut Hasan, dari lima segmen Market Accessibility yang terdiri atas 18 kriteria penilaian, sebanyak 10 kriteria memperoleh nilai "++" atau kategori tertinggi yang menunjukkan Indonesia telah memenuhi praktik terbaik global dan tidak memiliki isu material.

Sementara enam kriteria memperoleh nilai "+" dan dua kriteria mendapat nilai "-", yakni Information Flow dan Foreign Exchange Market Liberalization Level. Adapun perubahan penilaian pada review tahun ini hanya terjadi pada aspek Information Flow.

OJK menilai catatan MSCI terkait Information Flow merupakan masukan yang konstruktif dan sejalan dengan agenda reformasi pasar modal yang saat ini tengah dijalankan bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: MSCI Tetapkan Pasar Modal RI Emerging Market