BI Guyur Perbankan RI Insentif Rp 418 Triliun per Juni 2026

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Kamis, 18/06/2026 14:28 WIB
Foto: REUTERS/Iqro Rinaldi

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) masih gencar mengguyur likuiditas di perbankan Indonesia melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial atau KLM. Ini sejalan dengan kebijakan makro longgar melalui optimalisasi insentif KLM guna mendorong pembiayaan kredit perbankan.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, total penyaluran insentif KLM hingga minggu pertama Juni 2026 telah mencapai Rp 418,1 triliun, lebih tinggi dari catatan bulan sebelumnya.


"Hingga minggu pertama Juni insentif KLM disalurkan ke perbankan tercatat Rp 418,1 triliun dengan alokasi lending Rp 355,6 triliun serta interest Rp 62 triliun," kata Perry dalam paparan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Juni 2026, Kamis (18/6/2026).

Dia pun merinci, total insentif KLM ini telah diberikan kepada bank BUMN Rp 209,6 triliun, bank umum swasta Rp 169,9 triliun, Bank Pembangunan Daerah (BPD) mencapai Rp 30,8 triliun dan bank asing Rp 78 triliun.

"KLM telah disalurkan sektor prioritas pertanian, hilirisasi, kreatif, konstruksi, perumahan, UMKM, koperasi, inklusi," kata Perry.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Bps Menjadi 5,75%