Ini Penyebab Danantara Belum Rilis Laporan Keuangan

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Senin, 15/06/2026 20:00 WIB
Foto: Dok: Danantara

Jakarta, CNBC Indonesia — Sejak diluncurkan Februari 2025 lalu, Danantara belum merilis laporan keuangan kepada publik.

CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani menjelaskan proses panjang penyusunan laporan keuangan terjadi karena Danantara merupakan konsolidasi dari seribu perusahaan lebih. Selain itu, akhir Juni merupakan tenggat pelaporan laporan keuangan.

"Jadi kita ini konsolidasi seribu perusahaan loh. Gitu seribu perusahaan dan secara peraturan memang akhir Juni kan harus baru menerbitkan laporan Keuangan," katanya, di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (15/6/2026).


Rosan juga mengatakan bahwa beberapa data laporan keuangan Danantara juga sudah diserahkan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk diaudit.

"Kita juga sudah serahkan datanya juga semua itu ke BPK, karena BPK yang akan melakukan audit di kami," tuturnya.

Meski begitu, menurut mantan ketua umum Kadin Indonesia ini, Danantara sudah melakukan road show ke luar negeri, termasuk menawarkan global bond kepada investor. Pada kesempatan itu Danantara juga sudah memberikan data-data keuangan sebagai gambaran investor untuk melakukan perhitungan.

"Kita tampilkan data-data kita dan mereka dan mereka juga bisa melihat. Mereka bisa menghitung, mereka bisa menganalisa mengenai laporan keuangan yang kita keluarkan, kita laporkan walaupun itu belum diaudit ole BPK ya," katanya.

"Jadi kita lihat resposnya ternyata positif karena kita memberikan laporan keuangan juga apa adanya. Kita kasih tahu apa adanya kok gitu. dan mereka juga tahu dan mereka juga bisa mengikuti semua perkembangan yang ada di sini," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Danantara merilis surat utang luar negeri atau global bond senilai US$ 1,5 miliar, dengan tenor 5 dan 10 tahun. Menurut Rosan hal itu mendapatkan respons yang positif dari investor, hingga oversubsribe lebih dari 3 kali.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bos MI Bagi Jurus Gali Cuan Reksadana Saat Pasar Bergejolak