WIKA Buka Suara Usai Kantornya Digeledah Dugaan Kasus Korupsi

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Senin, 15/06/2026 14:45 WIB
Foto: WIKA (detikcom/Rengga Sancaya)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) buka suara terkait pemberitaan mengenai penggeledahan kantor perseroan oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri.

Sebagaimana diberitakan, penggeledahan tersebut berkaitan dengan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pada proyek Pengembangan dan Modernisasi Pabrik Gula Assembagoes milik PTPN XI.

Manajemen WIKA mengonfirmasi bahwa penggeledahan sebagaimana diberitakan media memang telah terjadi pada 9 Juni 2026. Perseroan menyatakan kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka pengumpulan dokumentasi yang berkaitan dengan proses penyidikan proyek pembangunan Pabrik Gula Assembagoes.


"Perseroan menilai bahwa proses penyidikan dan penggeledahan tersebut tidak berpotensi menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun keberlangsungan usaha Perseroan. Adapun Perseroan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap reputasi Perseroan," sebagaimana dikutip keterbukaan informasi BEI, Senin, (15/6/2026).

WIKA menjelaskan keterlibatannya dalam proyek tersebut sebagai salah satu anggota Kerja Sama Operasi (KSO) bersama PT Barata Indonesia (Persero) dan PT Multinas Indonesia. Ketiga perusahaan tersebut bertindak sebagai kontraktor pelaksana dalam proyek pembangunan pabrik gula tersebut.

Terkait status proyek, WIKA menyebut Pabrik Gula Assembagoes di Situbondo saat ini telah beroperasi di bawah pengelolaan PTPN. Namun demikian, konsorsium WIKA-Barata-Multinas masih memiliki kewajiban yang belum diselesaikan, yakni pelaksanaan performance test yang tertunda karena belum terpenuhinya sejumlah persyaratan administratif dalam kontrak.

Perseroan menjelaskan penyelesaian performance test membutuhkan kontribusi dari seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek. Oleh karena itu, WIKA bersama para pihak terkait masih terus melakukan koordinasi guna menyelesaikan aspek administratif dan teknis sesuai kontrak serta ketentuan yang berlaku.

Adapun manajemen menilai proses penyidikan dan penggeledahan tersebut tidak berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun keberlangsungan usaha perseroan. Meski demikian, WIKA menyatakan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap reputasi perusahaan.

Dalam upaya meminimalkan risiko hukum dan memperkuat tata kelola perusahaan, WIKA mengungkapkan telah menjalankan delapan program penyehatan sejak 2023. Salah satu fokus utama program tersebut adalah peningkatan tata kelola perusahaan dan penguatan sistem pengendalian internal.

Langkah-langkah yang telah diterapkan antara lain penerapan four eyes principles dalam proses tender, perbaikan kontrak konstruksi, serta peningkatan mekanisme pengendalian proyek joint operation (JO).

Perseroan juga melakukan digitalisasi proses pengadaan, penggunaan biro kredit, dan penerapan whistleblowing system yang terintegrasi dengan sistem Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain itu, WIKA menerapkan checkpoint pada setiap capaian progres tertentu untuk mengevaluasi kinerja komersial dan operasional proyek. Perseroan juga mengoperasikan Digital Control Tower untuk memantau perkembangan proyek secara real time serta menerapkan sistem ERP berbasis SAP di seluruh unit bisnis hingga anak perusahaan.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ungkap Efek Rencana Kesepakatan As-Iran ke Bursa Berjangka