IHSG Tembus 6.000, Dony Oskaria: Hilangkan Keraguan, Jaga Optimisme

mkh, CNBC Indonesia
Jumat, 12/06/2026 13:51 WIB
Foto: Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini melesat hingga ke level 6.000 pada perdagangan hari ini. Chief Operating Officer (COO) Danantara/Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria mengajak masyarakat menjaga optimisme di tengah momentum positif ini.

"Melihat pergerakan IHSG yang melesat hijau dan nilai tukar Rupiah yang kembali menguat signifikan hari ini, kita patut bersyukur dan bangga. Ini bukti nyata bahwa investor global dan domestik menaruh kepercayaan penuh pada ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia," kata Dony Oskaria, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).

Menurut Dony, momentum positif ini merupakan tanda kebijakan-kebijakan yang sedang dijalankan ada di jalur yang seharusnya. Ini saatnya bersama-sama bersinergi dan menjaga optimisme.


"Iklim investasi yang stabil dan kuat seperti ini adalah kunci untuk menarik lebih banyak kemitraan strategis bernilai tinggi ke dalam negeri. Bagi masyarakat luas, artinya mesin ekonomi riil kita terus bergerak. Stabilitas ini memastikan biaya kebutuhan pokok terkendali, dan aliran investasi akan bermuara pada penciptaan lapangan kerja baru yang lebih luas. Hilangkan keraguan, mari terus pelihara optimisme," ungkap Dony.

Seperti diketahui, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam memperkuat kondisi ekonomi. Pada 9 Juni 2026 yang lalu, Bank Indonesia suku bunga acuan menjadi 5,50%. Keputusan ini memulihkan kepercayaan pasar. Rupiah kembali menguat dan IHSG bangkit lagi.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad telah melakukan rangkaian pertemuan intensif dalam beberapa hari terakhir. Pada 6 Juni, Dasco menggelar pertemuan tertutup di Kompleks Parlemen bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur BI Perry Warjiyo, Mensesneg Prasetyo Hadi, serta pimpinan Komisi XI DPR.

Fokusnya adalah menyamakan langkah antara kebijakan fiskal dan moneter guna menopang rupiah. Pada 9 Juni 2026, Dasco mengumpulkan perwakilan dari Danantara, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BPJS, dan asuransi BUMN.

Mensesneg Prasetyo Hadi meminta publik tidak perlu khawatir karena instrumen pengaman ekonomi. Prasetyo memastikan ekonomi RI saat ini kuat.

"Terima kasih, Mas Dasco, yang sekali lagi hari ini memfasilitasi diskusi. Kalau kemarin di sektor energi dan sumber daya mineral, hari ini kita kumpul, kita berdiskusi di sektor perbankan. Dan alhamdulillah, sebagaimana tadi sudah disampaikan bahwa betul-betul sesungguhnya fundamental ekonomi kita, dari sisi perbankan juga sangat kuat," kata Prasetyo di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Prasetyo menyampaikan terima kasih kepada Kepala BP BUMN Dony Oskaria hingga jajaran direksi bank yang tergabung di BUMN. Ia mengatakan semua pihak akan bekerja keras menciptakan kondisi ekonomi yang stabil.

"Oleh karena itulah kami terima kasih Pak Dony beserta dengan seluruh jajaran di Himbara, kemudian dari Taspen, BPJS, dan (bank) INA, INA ya, yang sebagai pelaku-pelaku pasar untuk terus berkoordinasi," kata Prasetyo.

"Terus saling berdiskusi untuk sekali lagi kita bekerja keras untuk bisa mengatasi permasalahan ekonomi sebagaimana yang kita harapkan bersama-sama," sambungnya.

Sebagai informasi, sepanjang sesi 1 hari ini, Jumat (12/6/2026), investor asing mulai kembali masuk ke pasar modal Tanah Air. Asing mencatat net buy Rp 492,5 miliar. 


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Rupiah Dekati Level Rp 18.000 per USD & IHSG Terus Melemah