Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter, Kepala BP BUMN Buka Suara

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Rabu, 10/06/2026 19:45 WIB
Foto: Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - BP BUMN buka suara terkait kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter mulai hari ini. Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi tersebut memang sudah semestinya terjadi karena mengikuti harga di pasar.

Menurutnya, PT. Pertamina (Persero) tidak perlu menanggung terus menerus beban biaya kenaikan harga minyak dunia. Apalagi, Pertamax masih mendapat kompensasi sebesar 50%. Sehingga, harga yang saat ini berlaku adalah setengah dari harga pasar.


"Ini kan dinaikin itu memang sesuai sama harga minyak dunia. Kecuali kita menaikkan, melebihi (harga keekonomian), itu pun sebetulnya di bawah nilai yang seharusnya kita bebankan," ujarnya saat ditemui usai rapat dengan Komisi VI di Gedung DPR Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, kenaikan BBM Pertamax tidak akan berdampak pada inflasi, sebab pemakaian Pertamax adalah kelas menengah ke atas.

"Bukan untuk industri, bukan untuk transportasi massal itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri. Jadi tidak akan berdampak terhadap inflasi. Tidak usah terlalu khawatir dan kita harus optimis dan tenang," ungkapnya.

Dony menambahkan, kenaikan harga Pertamax tersebut juga telah mendapat persetujuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Dan itu sudah melewati proses dengan Menteri ESDM. Jadi Kementerian ESDM melalui Dirjen menyepakati untuk melakukan itu," tutupnya.


(rob/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: BBM Non-Subsidi Naik, Inflasi April Diramal Naik ke 2,72% (yoy)