MARKET DATA

Bos BI Beberkan 5 Alasan Mengapa Dolar Bisa Balik ke Rp17.500 di 2027

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
10 June 2026 11:55
Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam keterangan pers di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2026). (Tangkapan Layar Youtube)
Foto: Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam keterangan pers di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2026). (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan lima alasan mengapa bank sentral yakin nilai tukar rupiah akan menguat di bawah Rp 18.000 per dolar AS pada 2027.

Pernyataan ini sejalan dengan perkiraan gerak nilai tukar rupiah sepanjang 2027, yakni Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Tahun Anggaran 2027.

Pertama, Perry mengatakan BI meyakini ekonomi dunia akan membaik pada tahun depan. Gejolak global dan persepsi risiko investasi akan membaik.

"Dan karenanya mendorong portofolio yang sekarang baik, neraca pembayaran yang tetap sehat dan defisit transaksi berjalan yang lebih rendah. Demikian pula imbal hasil yang investasi di Indonesia yang tetap menarik dan pasar keuangan yang berkembang," kata Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (10/6/2026).

Kedua, penguatan rupiah akan didukung oleh aturan pemerintah terkait dengan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) yang baru dan kebijakan satu pintu ekspor komoditas melalui PT Danatara Sumberdaya Indonesia (DSI).

"Kebijakan-kebijakan ini kami yakini besar dan tidak hanya mempengaruhi penerimaan negara, yakni pembiayaan untuk tercapainya pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetapi juga meningkatkan cadangan devisa," katanya.

Selain itu, Perry menegaskan BI akan memperkuat seluruh instrumen untuk menjaga stabilitas dan memperkuat nilai tukar rupiah, termasuk upaya menjaga kecukupan devisa dan eksekusi transaksi forward di dalam dan luar negeri.

Dia memastikan BI juga akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan imbal hasil SBN tetap menarik sehingga aliran modal asing terus masuk ke pasar RI.

BI juga akan memperluas instrumen dan transaksi di pasar valuta asing dalam negeri. Kemudian, BI akan memastikan kecukupan valuta asing di perbankan dan kecukupan cadangan devisa.

Terakhir, Perry memastikan BI akan turut mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, melalui kebijakan moneter dan makroprudensial.

"Menteri Keuangan dan saya menyampaikan kepada publik pada 6 Juni yang lalu, bahwa kami melakukan koordinasi erat dalam memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dengan meningkatkan daya tarik imbal hasil untuk mendorong aliran investasi modal asing maupun juga menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan," katanya.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Naikkan BI Rate, Gubernur Perry: Di Luar Negeri Suku Bunga Naik Semua


Most Popular
Features