BI Rate Jadi 5,50%, Bunga Deposito Bank Digital Berpotensi Naik

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Selasa, 09/06/2026 20:40 WIB
Foto: deposito

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank-bank digital buka suara mengenai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) alias BI Rate menjadi 5,50%. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan BI pada hari ini.

Menanggapi keputusan ini, bank digital membuka potensi untuk mengerek naik suku bunga deposito. Sementara itu, bank digital lainnya berupaya memperkuat struktur dana murah (CASA).

Komisaris Utama PT Bank Jago Tbk. (ARTO), Anika Faisal mengatakan dengan kenaikan BI Rate, biaya pendanaan alias cost of fun (CoF) akan naik secara bertahap. Kondisi ini biasanya diikuti dengan kenaikan bunga deposito bank, tetapi ia menyebut hal itu harus dikaji lebih lanjut.


"Kita kan harus kaji, kita lihat juga. Mungkin juga nggak immediate. Tapi pasti harus secara bertahap akan ada. Ini udah kita masuk pada era suku bunga yang akan naik," ujar Anika saat ditemui di Gedung Dhanapala, Selasa (9/6/2026).

Sementara itu, PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) mengantisipasi kenaikan suku bunga bank sentral dengan memperkuat struktur pendanaan. Direktur Bisnis Bank Raya Kicky Andrie Davetra memaparkan hingga kuartal I-2026, struktur CASA di entitas usaha BRI itu masih dalam tren cukup baik.

"Tentunya ini akan menjadi modal buat kami dalam menyikapi nanti perkembangan suku bunga ke depan," kata Kicky saat saat Public Expose Live BEI, Selasa (9/6/2026).

Ia melanjutkan, Bank Raya akan melakukan inovasi maupun pengembangan produk melalui digital saving yang berfokus untuk terus meningkatkan nanti komposisi dana murah. Dengan begitu, diharapkan bank itu tidak banyak bergantung pada dana mahal.

"Melalui produk digital saving, harapannya nanti bahwa pertumbuhan simpanan tidak di-drive lagi oleh penempatan dana yang cukup mahal tetapi berorientasi pada peningkatan dana murah, melalui akuisisi dan kemudian juga transaksi pada nasabah menggunakan aplikasi dari bank raya, memanfaatkan fitur-fitur yang relatif lengkap untuk memilih kebutuhan finansial pribadi, personal maupun bisnisnya," terang Kicky.


(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: BI Rate Naik Jadi 5,50%, Rupiah Menguat ke Rp 18.000 per USD