IHSG Terbang 7,57% Sehari, Ini Penyebabnya!
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada sesi 2 hari ini, Selasa (9/6/2026). Pada penutupan perdagangan, IHSG terbang 7,57% atau 404,51 poin ke level 5.746,65.
Sebanyak 678 saham naik, 89 turun, dan 48 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 27,77 triliun, melibatkan 44,70 miliar saham dalam 2,70 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 10.120 triliun.
Seluruh sektor perdagangan menguat hari ini dengan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh sektor utilitas (13,51%), barang baku (10,61%), finansial (6,84%) dan energi (6,52%).
Saham-saham perbankan dan big caps blue chip menjadi penopang utama kinerja IHSG hari ini. Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 29,79 indeks poin, Bank Central Asia (BBCA) +28,10 indeks poin,Telkom Indonesia (TLKM) +25,06 indeks poin dan Bank Mandiri (BMRI) +24,25 indeks poin.
IHSG lompat menyusul pertemuan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Sufmi Dasco Ahmad dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas), dan sejumlah stakeholder sektor keuangan lainnya di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).
Turut hadir dalam pertemuan Ketua Himbara yang juga Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Putrama Wahju Setiawan dan Ketua Perbanas yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Hery Gunardi. Hadir pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Kepala Badan Pengaturan BUMN/COO Danantara Indonesia Dony Oskaria.
"Pada hari ini Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melakukan koordinasi dan serta evaluasi terhadap situasi pada saat ini berkaitan dengan situasi perbankan di tanah air," ujar Dasco.
Ia mengaku sudah mendapatkan informasi mengenai situasi perbankan dari Himbara dan Perbanas pada saat ini.
"Yang berdasarkan hasil diskusi perkembangannya sangat bagus," kata Dasco.
Di sisi lain, sentimen eksternal juga relatif lebih kondusif dibandingkan saat gelombang sell off sebelumnya. Rupiah memang masih berada di sekitar Rp18.050 per dolar AS, tetapi sudah mulai mengalami kenaikan. Kondisi ini sedikit meredakan kekhawatiran investor terhadap potensi tekanan lanjutan di pasar keuangan domestik.
penguatan rupiah terjadi setelah pasar merespons kebijakan Bank Indonesia yang tiba-tiba menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,5%.
"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, Selasa (9/6/2026),
Perry menegaskan kebijakan ini juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil bagi daya tarik masuknya aliran masuk investasi portfolio asing ke Indonesia.
(fsd/fsd) Add
source on Google