BI Rate Naik, IHSG Pangkas Kenaikan
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memangkas koreksi pada awal perdagangan sesi 2, Selasa (9/6/2026). Pada akhir sesi 1, IHSG ditutup naik 4,8% dan kemudian terpangkas menjadi 3,67% pada awal sesi 2.
Sebanyak 611 saham naik, 145 turun, dan 203 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 14,61 triliun, melibatkan 24,26 miliar saham dan 1,54 juta kali transaksi.
Sebagaimana diketahui, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Bank Indonesia pada hari ini, tanggal 9 Juni 2026 memutuskan untuk kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%.
"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, Selasa (9/6/2026),
Perry menegaskan kebijakan ini juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil bagi daya tarik masuknya aliran masuk investasi portfolio asing ke Indonesia.
Sementara itu, melansir data Refinitiv, per pukul 12.30 WIB, rupiah terpantau berada di level Rp18.080/US$. Posisi tersebut membuat mata uang Garuda menguat sekitar 0,50% terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Dengan posisi tersebut, rupiah mencatatkan penguatan terhadap dolar AS di mana pada hari sebelumnya kurs USDIDR berada di level pelemahan Rp18.170 atau terdepresiasi 0,89%.
Di pasar global, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah sejak pagi ini. Per pukul 12.30 WIB, DXY turun 0,14% ke posisi 99,908. Namun, posisi tersebut masih tergolong tinggi setelah DXY menguat tajam 0,66% pada perdagangan terakhir pekan lalu hingga kembali menembus level 100.
(mkh/mkh) Add
source on Google