Ganti Brand, AZKO Fokus Lebarkan Sayap Bisnis
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) atau AHI terus melebarkan sayap bisnisnya usai melakukan transformasi brand menjadi AZKO pada 1 Januari 2025. Dengan adanya transformasi ini, AZKO kini menghadirkan koleksi produk lengkap kebutuhan rumah dan gaya hidup dengan tagline 'Your Home Life Improvement Partner'.
Transformasi ini juga menandai pergeseran dari model bisnis berbasis lisensi global menuju pengembangan brand yang sepenuhnya berada dalam kendali perusahaan Indonesia. Di tengah persaingan industri ritel yang kian dinamis, langkah ini mencerminkan pelaku industri mulai bergerak dari ketergantungan terhadap kekuatan eksternal menuju pembangunan kapabilitas dan identitas bisnis yang lebih mandiri.
Pada akhirnya, transformasi menjadi AZKO bukan sekadar pergantian identitas semata, melainkan diikuti dengan berbagai langkah konkret untuk memperkuat pengalaman pelanggan dan proposisi nilai. Terbukti, Perseroan telah menggencarkan pengembangan New Store Experience di toko AZKO Pondok Indah Mall, Living Plaza Bintaro, AZKO Living World Alam Sutera dan AZKO Kelapa Gading yang menghadirkan pengalaman belanja lebih modern, fresh, inspiratif dan customer-centric.
Bersamaan dengan itu, Perseroan juga melakukan ekspansi berupa penambahan empat toko baru sepanjang kuartal I-2026, yang terdiri dari dua toko AZKO dan dua toko NEKA. Alhasil, pada periode tersebut, jaringan toko Perseroan telah mencapai 267 toko AZKO dan 12 toko NEKA yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Lebih jauh, AHI menargetkan penambahan sebanyak 65 toko hingga 80 toko baru pada tahun 2026. Di antaranya adalah 25-30 toko AZKO dan 40-50 toko NEKA. Ekspansi ini ditempuh sebagai upaya memperluas jangkauan layanan hingga ke berbagai wilayah di Indonesia.
Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Gregory S. Widjaja mengatakan, upaya transformasi yang dijalankan telah menjadi fondasi penting dalam memperkuat arah pertumbuhan AHI pada masa mendatang. Lewat kehadiran AZKO, Perseroan terus memperkuat relevansi dan kedekatan dengan pelanggan dengan menghadirkan solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Sementara itu, kehadiran NEKA menjadi bagian dari strategi Perseroan dalam memperluas jangkauan ritel modern melalui konsep yang lebih terjangkau dan praktis.
"Ke depan, kami akan terus mendorong ekspansi, inovasi, serta penguatan kapabilitas bisnis untuk memastikan AHI tetap adaptif dan mampu menjawab dinamika kebutuhan pasar yang terus berkembang," ujar dia dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (18/5/2026).
Di sisi lain, AZKO terus mengoptimalkan pendekatan promosi melalui program best value for customers. Hal ini ditujukan untuk menghadirkan kombinasi terbaik antara kualitas produk dan harga yang kompetitif.
Seluruh upaya ini mencerminkan bahwa transformasi yang dijalankan AHI tidak hanya pada aspek identitas, melainkan juga diiringi dengan perbaikan berkelanjutan dalam menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang.
Meski demikian, transformasi bisnis dalam skala besar biasanya dihadapkan dengan sejumlah penyesuaian, baik dari sisi operasional maupun investasi strategis. Namun begitu, sepanjang kuartal I-2026, AHI masih mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan bersih sebesar 10,1% menjadi Rp 2,35 triliun dan laba tahun berjalan meningkat 18,3% menjadi Rp 163,59 miliar.
Realisasi kinerja ini didukung oleh momentum Ramadan dan Idulfitri yang lebih baik, serta peningkatan kualitas transaksi, dengan capaian Same Store Sales Growth (SSSG) sebesar 4,3%. Selain itu, ekspansi yang terus berjalan juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan, dengan penambahan toko baru dan penguatan kehadiran di berbagai wilayah, termasuk luar Pulau Jawa.
Gregory mengatakan perusahaan meyakini bahwa transformasi yang dijalankan tidak hanya mampu mengelola fase penyesuaian jangka pendek, tetapi juga secara bertahap memperkuat fondasi bisnis untuk mendorong kinerja yang lebih berkelanjutan ke depan.
AHI juga menargetkan pertumbuhan penjualan pada kisaran mid-to-high single digit di tahun 2026, dengan dukungan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 400-450 miliar yang akan difokuskan pada ekspansi serta penguatan infrastruktur operasional.
Di samping itu, strategi omnichannel juga terus diperkuat yang didukung oleh kehadiran dua studio live streaming di AZKO Living Plaza Bintaro dan AZKO Living World Alam Sutera. Kedua studio ini diharapkan dapat meningkatkan interaksi dengan pelanggan sekaligus mendorong pertumbuhan melalui kanal digital.
"Kami juga akan terus menghadirkan produk inovatif yang relevan seperti kategori smart home dan smart kitchen, serta melanjutkan program rejuvenasi toko eksisting, seperti di AZKO Living World Alam Sutera, AZKO Kelapa Gading, AZKO Pondok Indah Mall 1 dan AZKO Living Plaza Bintaro, untuk meningkatkan pengalaman berbelanja," tuturnya.
(rah/rah) Add
source on Google