Pangkas 662 Karyawan & Dua Direksi Mundur, Saham BBKP Menuju Gocap
Jakarta, CNBC Indonesia — Saham PT Bank KB Indonesia Tbk. (BBKP) sudah mulai menyentuh level gocap. Pada perdagangan sesi I hari ini Selasa (9/6/2026), saham BBKP bergerak di rentang 50-53.
Ini bukan kali pertama BBKP menyentuh level gocap. Pada Maret 2025, BBPK sempat sekitar satu pekan berada di level tersebut.
Posisi saat ini menunjukkan penurunan signifikan sepanjang tahun ini, tepatnya saham itu sudah anjlok 35% secara year to date (ytd). Padahal BBKP sempat menyentuh level 94 per saham tahun ini.
Jika menilik lebih jauh, saham BBKP juga sudah terkoreksi signifikan pasca masuknya Kookmin Bank asal Korea Selatan sebagai pemegang saham pengendali. Mengingatkan saja, Kookmin Bank resmi masuk sebagai pengendali PT Bank Bukopin Tbk. pada 30 Juli 2020.
Saham BBKP kemudian menguat hingga mencapai Rp410 per saham pada 1 Oktober 2020. Namun saham itu tak mampu mempertahankan posisi itu dan terus mengalami penurunan hingga lima tahun ke depan.
Tercatat, BBKP sudah terkoreksi 84,19% dalam 5 tahun terakhir.
Saat ini, saham BBKP dikuasai oleh Kookmin Bank sebanyak 125,66 miliar atau 66,88% dan STIC Eugene Star Holdings sebanyak 31,90 miliar saham atau 16,98%.
Dari sisi kinerja, pada kuartal I-2026, KB Bank mencatatkan laba bersih sebesar Rp10,51 miliar. Perolehan ini turun signifikan dari perolehan Rp351,92 miliar pada periode yang sama setahun sebelumnya.
Sebagai informasi sejak 2020 hingga 2024, BBKP membukukan rugi hingga triliunan rupiah. Pada 2020, bank membukukan rugi Rp 3,26 triliun. Rugi bank menyusut setahun setelah menjadi Rp 2,28 triliun.
Pada 2022, rugi bank membengkak menjadi Rp 5,03 triliun dan kembali naik menjadi Rp 6,04 triliun pada 2023. Puncak kerugian terjadi pada 2024, di mana perusahaan melaporkan rugi Rp 6,33 triliun.
Pada tahun lalu, BBKP membalik rugi menjadi laba tipis sebesar Rp 65,92 miliar. Namun, per Maret 2026, BBKP masih mencatat saldo rugi Rp 20,97 triliun.
Sementara itu, berdasarkan rasio keuangan, bank masih menyimpan banyak pekerjaan rumah terkait kualitas aset. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross perusahaan mencapai 9,83% dan NPL net 6,21%.
Akan tetapi tingkat pengembalian aset (ROA) turun dari 2,31% menjadi 0,02% dan tingkat pengembalian ekuitas dari 37,39% menjadi 0,16%.
Seiring dengan tekanan kinerja tersebut, perusahaan juga mencatatkan penurunan karyawan dan kantor cabang secara signifikan.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan per 31 Maret 2026, jumlah karyawan KB Bank baik tetap dan tidak tetap sebanyak 2.265 orang. Jumlah itu telah berkurang drastis, yakni turun 662 orang atau sekitar 22% dari 2.927 orang pada periode yang sama setahun sebelumnya.
Sementara itu, jumlah kantor cabang pembantu (KCP) KB Bank berjumlah 120 unit per kuartal I-2026, berkurang 21 unit atau 15% dari sebanyak 141 unit pada periode yang sama setahun sebelumnya.
(mkh/mkh) Add
source on Google