Di Tengah Aksi Jual, Asing Berburu Saham Risiko Tinggi

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Selasa, 09/06/2026 07:55 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing memang masih mencatatkan aksi jual bersih di pasar saham domestik saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk lebih dari 4% pada perdagangan Senin (8/6/2026). Namun menariknya, di tengah tekanan besar yang menghantam pasar, asing justru terlihat memburu sejumlah saham dengan volatilitas tinggi.

Berdasarkan data perdagangan, asing mencatatkan net sell Rp447,1 miliar di seluruh pasar dengan total nilai transaksi mencapai Rp21,43 triliun. Meski demikian, sejumlah saham justru masih diborong investor asing, bahkan mayoritas berasal dari sektor komoditas, energi, hingga saham-saham yang dikenal memiliki pergerakan agresif.

Saham dengan net foreign buy terbesar ditempati PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp258,4 miliar. Posisi berikutnya diisi PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp133,1 miliar dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp127,6 miliar.


Selain itu, investor asing juga mencatatkan pembelian bersih pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp37,9 miliar, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp30,3 miliar, hingga PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) Rp29,1 miliar.

Selengkapnya berikut daftar 10 saham dengan net foreign buy terbesar:

  1. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) - Rp258,4 miliar
  2. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - Rp133,1 miliar
  3. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) - Rp127,6 miliar
  4. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) - Rp37,9 miliar
  5. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) - Rp30,3 miliar
  6. PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) - Rp29,1 miliar
  7. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) - Rp28,5 miliar
  8. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) - Rp27,7 miliar
  9. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) - Rp22,6 miliar
  10. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) - Rp19,2 miliar

Di sisi lain, IHSG ditutup ambruk 4,52% ke level 5.342,14. Pelemahan ini membuat koreksi indeks sejak awal tahun mencapai sekitar 38%, sementara dari posisi puncak Januari 2026, IHSG sudah terjun lebih dari 41%.

Aksi jual juga berlangsung luas dengan sebanyak 661 saham melemah, hanya 78 saham menguat, dan 78 saham stagnan pada perdagangan kemarin.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Rupiah Dekati Level Rp 18.000 per USD & IHSG Terus Melemah