MARKET DATA

Dolar AS Nyaris Rp18.200, Begini Penjelasan Terbaru BI!

Hadijah Alaydrus,  CNBC Indonesia
08 June 2026 15:13
Ilustrasi dolar Amerika Serikat (USD). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Foto: Ilustrasi dolar Amerika Serikat (USD). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia-Pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi pada hari ini, Senin (8/6/2026) dikarenakan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang signifikan. Indeks dolar AS (DXY) sudah menembus posisi 100.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti kepada CNBC Indonesia memastikan pihaknya tetap berada di pasar dan siap melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas rupiah.

"BI akan tetap menjaga pergerakan rupiah agar tidak berfluktuasi terlalu dalam," jelasnya.

Melansir data Refinitiv, rupiah per pukul 09.07 WIB atau tujuh menit setelah pembukaan perdagangan, rupiah melemah ke level Rp18.100/US$. Pukul 14.00 WIB rupiah mencapai Rp18.190/US$.

Ringgit Malaysia yang melemah 1,04% ke posisi MYR 4,067/US$. Pelemahan tersebut membuat ringgit menjadi mata uang dengan tekanan terdalam di Asia pada pagi ini.

Baht Thailand juga terkoreksi 0,30% ke posisi THB 32,90/US$, disusul dong Vietnam yang melemah 0,28% ke VND 26.344/US$.

Yuan China ikut tertekan 0,26% ke posisi CNY 6,783/US$, dolar Taiwan melemah 0,15% ke TWD 31,627/US$, dolar Singapura turun 0,05% ke SGD 1,29/US$, sementara yen Jepang terkoreksi tipis 0,02% ke JPY 160,35/US$.

BI sebelumnya melaporkan cadangan devisa Indonesia turun US$ 1,3 miliar menjadi US$ 144,9 miliar pada Mei 2026

Ini dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing musiman dari domestik.

Secara keseluruhan, posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2026 tetap kuat, setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

(mij/mij) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Dolar Balik ke Rp17.300, Bos BI: Rupiah Tetap Stabil!


Most Popular
Features