Ini Sosok Orang Kaya Baru di Asia, Sukses Kalahkan Mukesh Ambani
Jakarta, CNBC Indonesia - Zhang Yiming melampaui Mukesh Ambani sebagai orang terkaya kedua di Asia, usai kenaikan valuasi ByteDance Ltd. dan kemajuan lebih lanjut dalam ambisi AI perusahaan Tiongkok tersebut.
Mengutip The Hindu Business Line, kekayaan bersih Zhang naik menjadi US$92,8 miliar, mengukuhkan posisinya sebagai orang terkaya di Tiongkok, menurut Bloomberg Billionaires Index. Kekayaan pendiri ByteDance ini meningkat lebih dari tujuh kali lipat sejak Bloomberg mulai melacak kekayaannya pada Maret 2019, ketika kekayaannya mencapai US$13 miliar.
Lonjakan ini terjadi di tengah kesuksesan aplikasi video ByteDance, TikTok, serta chatbot AI Doubao, yang telah mengumpulkan lebih dari 300 juta pengguna bulanan dan menjadi yang paling populer di Tiongkok. ByteDance juga awal tahun ini mentransfer sebagian bisnisnya di AS kepada investor Amerika.
"Lonjakan valuasi mencerminkan fundamental perusahaan yang kuat dan kesuksesan aplikasinya seperti Doubao di Tiongkok," kata Amy Lin, analis yang berbasis di Shanghai di Capital Securities, dikutip dari The Hindu Business Line, Sabtu (6/6/2026).
"Perkembangan di AS kemungkinan tidak akan berdampak negatif besar."
Indeks Miliarder Bloomberg menerapkan diskon risiko 25% pada valuasi ByteDance, setelah Dewan Perwakilan Rakyat AS mengesahkan RUU pada Maret 2024 untuk melarang operasi TikTok di negara tersebut kecuali pemiliknya yang berasal dari Tiongkok menjual aplikasi tersebut. Diskon tersebut diturunkan menjadi 10% pada 2 Juni untuk mencerminkan penyelesaian penjualan di AS serta valuasi pasca-pemisahan pertama yang diberikan oleh investor institusional dalam pengajuan peraturan yang diterbitkan pada akhir Mei.
Kekayaan Zhang melonjak lebih dari US$24 miliar setelah Bloomberg menganalisis valuasi dari investor BlackRock Inc., Fidelity Investments, dan T. Rowe Price Group Inc. serta valuasi yang diberikan oleh HSG dan General Atlantic bulan lalu.
Sayangnya, ByteDance tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Sementara itu, Ambani turun ke posisi ketiga sebagai orang terkaya di Asia, menurut indeks Bloomberg, dengan kekayaan bersih US$86,9 miliar. Gautam Adani mempertahankan posisi teratas di kawasan ini dengan kekayaan US$117,4 miliar.
Adapun ByteDance adalah perusahaan swasta paling terkenal di Tiongkok. Kesuksesannya dengan Doubao telah membuatnya bersiap untuk mengenakan biaya berlangganan, hal yang jarang terjadi di negara di mana pengguna enggan membayar untuk layanan online. Perusahaan ini telah lama dianggap sebagai kandidat utama untuk penawaran umum perdana (IPO) di masa mendatang.
Profil perusahaan tetap utuh bahkan setelah operasi TikTok di AS dialihkan ke konsorsium yang dipimpin oleh Oracle Corporation, Silver Lake, dan MGX. Hal itu mengakhiri ketidakpastian politik dan regulasi selama bertahun-tahun atas apa yang menurut para kritikus merupakan potensi kerentanan keamanan nasional.
Kini, pemimpin media sosial yang berbasis di Beijing ini bertaruh besar pada kecerdasan buatan. Menurut laporan bulan lalu, perusahaan tersebut sedang membahas pengeluaran hingga US$70 miliar tahun ini dalam upaya untuk memimpin pasar AI Tiongkok dan menantang pemain utama AS di luar negeri. Sebagian besar investasi tersebut diperkirakan akan didanai oleh keuntungan sekitar US$50 miliar yang diperolehnya pada tahun 2025.
"Menghilangkan pengaruh AS membuka peluang untuk peningkatan peringkat entitas ByteDance yang tersisa," kata Ke Yan, analis teknologi yang berbasis di Singapura dari DZT Research.
"Bahkan dengan peningkatan peringkat tersebut, valuasi masih terlihat murah berdasarkan fundamentalnya."
(haa/haa) Add
source on Google