OJK Sebut Pasar Modal RI Tahan Banting, Likuiditas Terjaga

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Jumat, 05/06/2026 14:29 WIB
Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi saat menyampaikan Konferensi Pers Pasar Modal di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (CNBC Indonesia/Mentari Puspadini)

Jakarta, CNBC Indonesia -  Anggota Dewa Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (ADK OJK) pengawas pasar modal, Hasan Fawzi, mengungkapkan kondisi pasar modal domestik tahan banting, dengan likuiditas tetap terjaga meski mengalami koreksi dalam sepanjang bulan Mei 2025.

Hasan mengungkapkan sepanjang bulan Mei IHSG anjlok 11,92% dan ditutup di level 6.127. Adapun hingga akhir Mei 2026 IHSG telah ambruk 29,14% sejak awal tahun (year-to-date/YtD).


"Pasar saham domestik mengalami tekanan dan konsolidasi sepanjang Mei 2026 di tengah masih tingginya ketidakpastian domestik global dan upaya penyesuaian portofolio investor," ujar Hasan dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner OJK, Jumat (5/6/2026).

Hasan menambahkan pada Juni 2026, pasar modal domestik masih dinamis. OJK mengaku pihaknya terus mencermati perkembangan indeks acuan domestik dari waktu ke waktu di tengah di dinamika tekanan jual tinggi.

"Pasar modal domestik menunjukkan tingkat ketahanan yang memadai tercermin dari likuiditas terjaga di mana ask dan bid spread Mei 2026 rendah yakni 1,5% yang mencerminkan likuiditas baik," ujar Hasan,

Sementara itu sepanjang bulan lalu, investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) saham Rp 4,1 triliun.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Jurus Investasi MI Saat Sentimen Negatif Hantui IHSG & Rupiah