Singtel Lego Habis Saham Superbank (SUPA), Ini Alasannya

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Selasa, 02/06/2026 13:25 WIB
Foto: Superbank. (Dok. Superbank)

Jakarta, CNBC Indonesia - Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. melaporkan telah melego habis seluruh kepemilikannya di PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) alias Superbank. Mengutip keterbukaan informasi, anak usaha Singtel asal Singapura itu melakukan aksi divestasi itu pada 29 Mei 2026.

Jumlah kepemilikan saham SUPA yang dilepas sebesar 2,49 miliar saham atau setara 7,36%. Dengan harga jual Rp 326 per saham, Singtel Alpha telah meraup Rp812,98 miliar dari penjualan tersebut.


Kepemilikan Singtel Alpha di SUPA pun menjadi 0 saham atau 0%. Singtel Alpha menyatakan tujuan lego besar-besaran ini adalah untuk restrukturisasi internal.

"Tujuan transaksi, internal restructuring," kata perusahaan itu dalam keterbukaan informasi yang dikutip Selasa (2/6/2026).

Mengingatkan saja, bank digital Superbank dikendalikan oleh Emtek Group bersama dengan aplikasi super Asia Tenggara Grab.

Pada Januari 2023, SingTel dan Grab pada telah mengakuisisi sekitar 2,4 miliar saham baru di Bank Fama (sebelum berganti nama menjadi Superbank) dengan nilai sekitar US$70 juta.

Setelahnya, bank berganti nama menjadi Superbank pada bulan Februari dalam upaya untuk memperkuat layanan berbasis digital dan memperluas penawaran keuangannya. Superbank kemudian melakukan peluncuran aplikasi kepada publik pada 19 Juni 2024 dengan meluncurkan integrasi langsung dengan aplikasi Grab dan OVO.

Superbank melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pada 17 Desember 2025.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: IPO Semester I Masih Sepi, BEI Yakin Target 2026 Tercapai