IHSG Masih Tertekan, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

, CNBC Indonesia
Selasa, 02/06/2026 08:52 WIB
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (29/5) dengan pelemahan tipis 0,05% ke level 6.127,38. 

Penguatan signifikan pada saham BREN, BRPT, dan PTRO menjadi penopang utama pergerakan indeks, sementara tekanan terbesar datang dari saham BBCA, BBRI, dan TLKM. Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp8,36 triliun di pasar reguler dan Rp8,52 triliun di seluruh pasar.

Secara sektoral, lima dari sebelas sektor ditutup di zona merah. Sektor kesehatan menjadi sektor dengan penurunan terdalam sebesar 1,49%, sedangkan sektor industri dasar memimpin penguatan dengan kenaikan 2,65%.


Dari pasar global, indeks-indeks utama Wall Street ditutup menguat. Dow Jones naik tipis 0,09%, S&P 500 bertambah 0,26%, dan Nasdaq menguat 0,42%. 

Meski demikian, sentimen pasar domestik masih dibayangi tekanan seiring efektifnya rebalancing MSCI yang berpotensi memicu berlanjutnya arus keluar dana asing. Pelaku pasar juga cenderung mencermati implementasi kebijakan sentralisasi ekspor dan kewajiban penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang berpotensi memengaruhi likuiditas pasar. Di sisi lain, indeks MSCI Indonesia turun 1,26%, meskipun ETF Indonesia (EIDO) menguat 1,02%.

Sementara itu, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menjadi sorotan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan rights issue sebanyak 89,92 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp53 per saham. Melalui aksi korporasi ini, perseroan menargetkan penghimpunan dana sekitar Rp4,76 triliun.

Mayoritas dana hasil rights issue akan digunakan melalui skema pinjaman kepada anak usaha, PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), guna melunasi kewajiban kepada Hartman International Pte. Ltd. dan Bank Nobu. 

Selain itu, dana juga akan dialokasikan untuk modal kerja PT Bakrie Construction, penyertaan modal pada PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) untuk pembangunan area istirahat ruas Tol Cimanggis-Cibitung, serta kebutuhan operasional perseroan.

Rights issue BNBR dilakukan dengan rasio 14 HMETD untuk setiap 27 saham lama. Periode perdagangan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 30 Juni hingga 13 Juli 2026. 

Dua pemegang saham utama, yakni Port Fraser International Ltd dan Fountain City Investment Ltd, menyatakan tidak akan melaksanakan haknya dan mengalihkan HMETD kepada PT Bakrie Capital Indonesia (BCI). BCI juga bertindak sebagai pembeli siaga yang berkomitmen menyerap seluruh saham yang tidak diambil pemegang saham lain hingga maksimal 89,92 miliar saham. Pemegang saham yang tidak berpartisipasi dalam aksi korporasi ini berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 34,15%.

Dari sisi kinerja emiten, PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) membukukan pendapatan sebesar US$318,18 juta pada kuartal I-2026, turun 9,57% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Meski demikian, perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 15,45%, sehingga rugi bersih menyusut menjadi US$24,28 juta dari sebelumnya US$70,40 juta. EBITDA hampir dua kali lipat menjadi US$28 juta dengan margin EBITDA meningkat menjadi 11% dari 5% pada kuartal I-2025.

Di sektor farmasi, PT Merck Tbk (MERK) menetapkan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp275 per saham atau senilai total Rp123,2 miliar. Nilai tersebut setara dengan 51,51% laba bersih tahun berjalan. 

Sepanjang 2025, MERK mencatat pertumbuhan pendapatan 15,82% menjadi Rp1,20 triliun, sementara laba bersih meningkat 58,95% menjadi Rp243,90 miliar. Dengan harga penutupan saham Rp3.900 per saham pada 29 Mei 2026, dividend yield MERK tercatat sekitar 7,05%. Cum dividen dijadwalkan pada 5 Juni 2026, sedangkan pembayaran dividen akan dilakukan pada 24 Juni 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.


(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google